Tembakan Meletus di Gedung Senat Filipina, Senator Buronan ICC Ronald dela Rosa Menolak Ditangkap

AKURAT.CO Situasi politik Filipina memanas setelah suara tembakan terdengar di kompleks Senat Filipina. Peristiwa itu terjadi ketika Senator Ronald dela Rosa meminta dukungan publik untuk mencegah penangkapannya oleh otoritas terkait kasus Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Insiden itu memicu kepanikan di gedung Senat pada Rabu malam. Kompleks parlemen langsung ditutup total, sementara aparat bersenjata lengkap dan personel militer berjaga di sekitar lokasi.
Ronald dela Rosa merupakan mantan kepala Kepolisian Nasional Filipina yang memimpin operasi perang melawan narkoba di era mantan Presiden Rodrigo Duterte pada 2016 hingga 2018.
Kampanye tersebut menyebabkan ribuan tersangka pengedar dan pengguna narkoba tewas. Kelompok hak asasi manusia menuduh banyak korban dieksekusi tanpa proses hukum, yang kemudian memicu penyelidikan ICC atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Duterte sendiri telah ditangkap dan dibawa ke Den Haag pada Maret 2025. Sementara surat perintah penangkapan ICC terhadap dela Rosa baru dibuka ke publik pekan ini.
Dalam siaran langsung Facebook dari gedung Senat, dela Rosa mengaku menerima informasi bahwa aparat akan datang menangkapnya.
“Saya meminta bantuan kalian. Jangan sampai ada lagi warga Filipina yang dibawa ke Den Haag seperti Presiden Duterte,” kata dela Rosa.
Sekitar satu jam setelah pernyataan itu, suara tembakan terdengar dari dalam gedung Senat dan memicu kekacauan. Jurnalis serta staf parlemen terlihat berlarian mencari perlindungan.
Pintu baja gedung Senat langsung ditutup dan aparat keamanan bersenjata lengkap dikerahkan untuk mengamankan area.
Sekretaris Senat, Mark Llandro Mendoza, mengatakan Biro Investigasi Nasional sempat mencoba masuk ke kompleks Senat dan terdengar tembakan saat mereka mundur. Namun kepala Biro Investigasi Nasional membantah mengirim agen ke lokasi.
Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla kemudian mendatangi gedung Senat untuk bertemu para senator. Ia menegaskan kedatangannya bukan untuk menangkap dela Rosa.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga meminta publik tetap tenang dan mengatakan pemerintah akan menyelidiki insiden tersebut.
“Kami akan mengusut apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ini bagian dari upaya destabilisasi? Kami harus mengetahuinya,” kata Marcos dalam pernyataan video.
Keesokan harinya, polisi mengumumkan setidaknya satu orang telah ditahan terkait insiden penembakan itu.
Ketegangan politik di Filipina sendiri terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Wakil Presiden Sara Duterte baru saja dimakzulkan oleh DPR Filipina atas dugaan korupsi dan ancaman terhadap Presiden Marcos.
Dokumen pemakzulan Sara Duterte dikirim ke Senat pada hari yang sama dengan insiden penembakan.
Senat Filipina nantinya akan menjadi pengadilan politik yang menentukan apakah Sara Duterte akan diberhentikan dari jabatannya dan dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2028.
Kehadiran dela Rosa di Senat setelah lama menghilang dari publik juga disebut mengubah peta kekuatan politik di parlemen. Ia bersama sekutu keluarga Duterte membantu terpilihnya Alan Peter Cayetano sebagai pimpinan baru Senat.
Perseteruan antara keluarga Marcos dan Duterte kini semakin terbuka setelah sebelumnya memenangkan Pemilu Filipina 2022 secara bersama-sama.
Sumber: BBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







