Pejabat Pentagon Mengaku Tidak Tahu soal Batalnya Pengerahan 4.000 Tentara AS ke Polandia

AKURAT.CO Keputusan mendadak Pentagon menghentikan pengerahan 4.000 tentara Amerika Serikat ke Polandia memicu kebingungan dan kekhawatiran di kalangan pejabat militer AS maupun sekutu NATO di Eropa. Laporan Politico pada Kamis menyebut sejumlah pejabat Pentagon bahkan tidak mengetahui rencana pembatalan tersebut sebelumnya.
“Kami sama sekali tidak tahu keputusan ini akan datang,” kata seorang pejabat AS yang dikutip Politico. Ia mengungkapkan bahwa pejabat Eropa dan Amerika dalam 24 jam terakhir terus berkomunikasi untuk mencari penjelasan sekaligus mengantisipasi kemungkinan kejutan lain dari Washington.
Kebijakan itu muncul setelah laporan The Wall Street Journal menyebut lebih dari 4.000 tentara AS yang dijadwalkan ditempatkan di Polandia sebagai bagian rotasi pasukan NATO mendadak dihentikan. Sebagian personel dan perlengkapan militer bahkan disebut sudah dalam perjalanan menuju Eropa saat keputusan diambil.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran serius terkait komitmen pertahanan Amerika Serikat terhadap Eropa Timur di tengah meningkatnya ancaman Rusia.
Baca Juga: Polandia Perang Siber dengan Rusia, Luncurkan Platform Cek Fakta Nasional
Mantan Komandan Angkatan Darat AS di Eropa, Letjen Ben Hodges, menegaskan keberadaan pasukan Amerika di kawasan itu sangat penting untuk mencegah agresi Rusia dan menjaga kepentingan strategis Washington.
“Pasukan ini seharusnya menjadi bagian penting dari efek penangkal terhadap Rusia. Sekarang aset penting itu justru dibatalkan,” kata Hodges.
Ia juga menyoroti loyalitas Polandia sebagai sekutu dekat Amerika Serikat. Menurutnya, pemerintah Polandia selama ini selalu mendukung kebijakan Presiden Donald Trump dan memenuhi komitmen NATO.
“Mereka melakukan semua hal yang seharusnya dilakukan sekutu yang baik. Tetapi justru ini yang terjadi,” ujarnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan mantan pejabat Finlandia Joel Linnainmaki yang menilai keputusan itu menjadi tantangan besar bagi keamanan Eropa dan memperlihatkan pergeseran tanggung jawab pertahanan kepada negara-negara Eropa.
“Bagi negara-negara yang berbatasan langsung dengan Rusia, keputusan ini akan mengubah kalkulasi keamanan mereka,” katanya.
Polandia dan Finlandia diketahui memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Rusia. Finlandia bahkan memiliki perbatasan terpanjang dengan Rusia di antara seluruh anggota NATO.
Awal bulan ini, Pentagon juga mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman. Kebijakan itu muncul setelah ketegangan antara Presiden Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait kritik Berlin terhadap penanganan perang Iran oleh Gedung Putih.
Trump selama ini beberapa kali menyuarakan keinginannya mengurangi kehadiran militer AS di Eropa. Ia menilai negara-negara Eropa belum cukup berkontribusi dalam pembiayaan pertahanan kawasan mereka sendiri.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







