Banjir Besar Terjang China Selatan, 21 Tewas dan Ribuan Warga Dievakuasi

AKURAT.CO Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan dan tengah China sejak Selasa menyebabkan banjir besar yang menewaskan sedikitnya 21 orang. Bencana tersebut juga memaksa penutupan sekolah dan pusat bisnis serta mengganggu transportasi dan pasokan listrik di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi China memperingatkan risiko tinggi bencana susulan di beberapa provinsi, termasuk Jiangxi, Anhui, Hunan, Hubei, Guizhou, Guangxi, Guangdong, dan Hainan. Ancaman longsor, banjir bandang, hingga genangan parah di perkotaan disebut masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah China telah menggelontorkan dana bantuan darurat sebesar 150 juta yuan atau sekitar Rp340 miliar untuk penanganan bencana dan operasi penyelamatan di wilayah terdampak.
Di Kota Jingzhou, Provinsi Hubei, banjir merendam jalan-jalan hingga setinggi lutut warga. Video yang beredar di platform Douyin memperlihatkan ikan berenang di jalanan kota, sementara sejumlah mobil tampak hampir tenggelam di kawasan permukiman dan pusat bisnis.
Korban jiwa terbanyak terjadi di wilayah Guangxi, China barat daya. Sebanyak 10 orang tewas setelah sebuah mobil pikap yang membawa 15 pekerja pertanian jatuh ke sungai yang meluap akibat hujan deras.
Sementara itu, empat orang dilaporkan tewas di Provinsi Guizhou akibat hujan ekstrem dan banjir. Empat korban lainnya ditemukan meninggal di Provinsi Hunan, sedangkan tiga orang tewas di sebuah desa dataran rendah di Provinsi Hubei.
Otoritas setempat menyebut sejumlah warga masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan di beberapa lokasi terdampak.
Akibat cuaca ekstrem, aktivitas sekolah, bisnis, hingga layanan transportasi di beberapa wilayah terpaksa dihentikan sementara. Pemerintah juga melakukan evakuasi warga di sejumlah daerah rawan banjir di Hubei dan Hunan.
Para ahli meteorologi China menjelaskan hujan ekstrem kali ini dipicu pertemuan massa udara lembap dari Teluk Benggala, Laut China Selatan, dan Samudra Pasifik. Sistem cuaca yang bergerak lambat membuat curah hujan terus terakumulasi di area yang sangat luas, membentang lebih dari 1.000 kilometer.
Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan cuaca buruk akan bergerak ke arah timur dan selatan dalam dua hari ke depan. Mulai Rabu, hujan paling deras diprediksi melanda wilayah tengah hingga hilir Sungai Yangtze.
Di Pulau Hainan, pemerintah setempat mengeluarkan peringatan bencana geologi setelah lereng gunung longsor dan menimpa jalan raya di wilayah Lingshui. Beberapa jalur utama terpaksa ditutup demi keselamatan warga.
Di tengah situasi banjir, wilayah Guangxi juga diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 pada Senin lalu. Gempa tersebut memicu kepanikan dan dirasakan di sejumlah kota sekitar.
Pemerintah Guangxi telah mendirikan 99 lokasi penampungan sementara untuk lebih dari 4.000 warga dan mengevakuasi sedikitnya 7.000 orang dari daerah rawan bencana.
Sumber: Asiaone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







