Video Aktivis Gaza Sumud Flotilla Berlutut dan Diborgol Picu Kecaman Dunia, Israel Diprotes Sejumlah Negara
AKURAT.CO Sebuah video yang memperlihatkan aktivis kapal bantuan menuju Gaza dipaksa berlutut dengan tangan terikat memicu gelombang kecaman internasional terhadap Israel. Rekaman itu dibagikan langsung oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, melalui media sosial X.
Dalam video tersebut, para aktivis terlihat berlutut di dek kapal militer dengan tangan diborgol di belakang punggung, sementara lagu kebangsaan Israel diputar. Ben Gvir menuliskan caption bernada sindiran dengan menyebut para aktivis sebagai “pendukung terorisme”.
Insiden itu terjadi setelah armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat angkatan laut Israel pada Senin lalu. Kelompok bantuan dan organisasi hak hukum Israel menyebut para aktivis kemudian ditahan di pelabuhan Ashdod sebelum dipindahkan ke penjara Ketziot di Gurun Negev.
Kelompok bantuan hukum Israel, Adalah, mengatakan para pengacara sempat kesulitan mengakses para aktivis yang ditahan. Sementara penyelenggara flotilla menyebut penahanan dilakukan tanpa persetujuan para relawan kemanusiaan tersebut.
Video yang viral itu langsung menuai kritik dari sejumlah negara Eropa hingga Amerika Utara. Pemerintah Italia menyatakan perlakuan terhadap para aktivis “tidak dapat diterima” dan memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menilai tindakan tersebut melanggar martabat manusia, terutama karena sejumlah warga Italia ikut berada di dalam kapal bantuan itu.
Kecaman serupa datang dari Jerman, Prancis, Belanda, hingga Inggris. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengaku “sangat terkejut” dengan tayangan tersebut dan meminta Israel memberikan penjelasan resmi.
Pemerintah Turki juga mengecam keras tindakan Ben Gvir. Kementerian Luar Negeri Turki menilai video itu kembali menunjukkan “mentalitas brutal” pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Bahkan dari internal Israel sendiri, aksi Ben Gvir memicu kritik. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut tindakan tersebut mempermalukan citra Israel di mata dunia.
Netanyahu turut mengambil jarak dari aksi menterinya itu. Meski membela langkah Israel mencegat armada bantuan yang disebutnya provokatif, Netanyahu mengatakan perlakuan terhadap para aktivis “tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel”.
Israel mengklaim seluruh 430 aktivis di kapal bantuan telah dipindahkan ke kapal Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler masing-masing setelah tiba di wilayah Israel.
Insiden ini kembali meningkatkan sorotan internasional terhadap blokade Gaza dan perlakuan Israel terhadap aktivis kemanusiaan di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sumber: DW
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







