Akurat Logo

Hotel 9 Lantai di Filipina Ambruk , 17 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Fitra Iskandar | 25 Mei 2026, 17:32 WIB
Hotel 9 Lantai di Filipina Ambruk , 17 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Hotel 9 Lantai di Filipina Ambruk. Foto: Telegraphindia

AKURAT.CO Tim penyelamat di Filipina terus berpacu dengan waktu setelah sebuah hotel sembilan lantai yang masih dalam tahap pembangunan ambruk di Kota Angeles, Provinsi Pampanga. Hingga Senin, korban tewas dilaporkan bertambah menjadi empat orang, sementara 17 lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan.

Bangunan besar itu runtuh sehari sebelumnya setelah hujan badai mengguyur kawasan tersebut. Tumpukan beton, besi bengkok, dan rangka aluminium kini menjadi lokasi operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan ratusan petugas.

Tiga korban berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan pada Senin dini hari. Namun dua di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya sempat mendapatkan penanganan darurat di ambulans sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Pemandangan dramatis itu disaksikan langsung para jurnalis yang melihat petugas pemadam kebakaran dan polisi bekerja selama berjam-jam untuk mengeluarkan korban yang terjebak di bawah lempengan beton dan batang besi.

Kepala Kepolisian Regional, Jess Mendez, mengatakan petugas bahkan berupaya memberikan air dan cairan infus kepada korban yang masih hidup di bawah reruntuhan agar mampu bertahan di tengah cuaca panas ekstrem.

“Namun dia tidak berhasil diselamatkan meski berbagai upaya telah dilakukan,” ujarnya.

Salah satu korban yang ditemukan pada Senin diketahui tidak termasuk dalam daftar 17 orang hilang yang mayoritas merupakan pekerja konstruksi.

Korban tewas keempat adalah seorang wisatawan asal Malaysia yang menginap di hotel murah dekat lokasi. Penginapan tersebut ikut tertimpa material bangunan saat gedung ambruk. Satu tamu lainnya berhasil melarikan diri meski mengalami luka.

Wali Kota Angeles City, Carmelo Lazatin, menegaskan operasi penyelamatan masih difokuskan untuk mencari korban selamat dan belum beralih menjadi operasi evakuasi jenazah.

“Harapan terbesar saya adalah masih ada korban yang bisa ditemukan hidup,” kata Lazatin.

Kecemasan keluarga korban yang menunggu di sekitar lokasi terus meningkat. Mereka mengaku mulai kehilangan harapan karena proses evakuasi berjalan lambat dan penuh risiko.

Seorang pekerja pabrik sarden bernama Lea Mendoza Casilao mengatakan kekasihnya yang bekerja sebagai tukang bangunan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Ia mengaku telah membawa persediaan makanan untuk seminggu bagi sang kekasih di lokasi proyek, namun rencana bertemu mereka gagal setelah gedung ambruk sebelum fajar pada Minggu.

Petugas penyelamat bergerak sangat hati-hati karena lempengan beton besar masih menggantung di antara rangka aluminium yang tidak stabil dan berisiko runtuh sewaktu-waktu. Tim SAR juga mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk mencari tanda-tanda korban yang masih hidup.

Sebanyak 26 pekerja sebelumnya berhasil diselamatkan atau melarikan diri saat bangunan mulai runtuh. Para pekerja diketahui tidur di lantai dasar proyek menggunakan alas kayu sederhana.

Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jose Melencio Nartatez Jr. mengatakan pihaknya mendukung penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan serta kemungkinan pelanggaran standar keselamatan konstruksi.

Kota Angeles sendiri dikenal sebagai kawasan bisnis dan hiburan utama di Pulau Luzon yang dahulu menjadi lokasi pangkalan udara militer Amerika Serikat, Clark Air Base. Kini kawasan itu berkembang menjadi pusat industri dan pariwisata di utara Filipina.

Sumber: Telegraphindia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.