Akurat Logo

Hilang 7 Hari di Gunung Everest Tanpa Oksigen dan Makanan, Pemandu Pendaki Nepal Ditemukan Hidup

Fitra Iskandar | 4 Juni 2026, 20:04 WIB
Hilang 7 Hari di Gunung Everest Tanpa Oksigen dan Makanan, Pemandu Pendaki Nepal Ditemukan Hidup
Gunung Everest. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Seorang pemandu pendakian asal Nepal yang dilaporkan hilang di Gunung Everest selama sepekan akhirnya ditemukan dalam keadaan hidup, meski sebelumnya diduga telah meninggal dunia. Kisah bertahan hidup Hillary Dawa Sherpa menjadi salah satu peristiwa paling menakjubkan dalam musim pendakian Everest 2026.

Hillary Dawa Sherpa, 52 tahun, ditemukan pada Kamis pagi setelah menghilang di lereng gunung tertinggi di dunia tersebut pada hari-hari terakhir musim pendakian tahun ini.

Pemandu veteran yang juga seorang suami dan ayah itu sebelumnya sedang turun bersama seorang pendaki asal Polandia setelah gagal mencapai puncak Everest yang berada di ketinggian 8.849 meter. Dalam perjalanan turun, Dawa dilaporkan hilang di antara Camp III dan Camp IV.

Camp IV berada di ketinggian sekitar 8.000 meter, kawasan yang dikenal sebagai "zona kematian" karena kadar oksigennya terlalu rendah untuk menopang kehidupan manusia dalam waktu lama.

Tim penyelamat akhirnya menemukan Dawa dalam kondisi merangkak menuju Base Camp. Menurut Pemba Sherpa dari 8K Expeditions yang mengawasi operasi pencarian, Dawa ditemukan dekat Base Camp dengan beberapa gejala radang dingin atau frostbite, namun secara umum kondisinya cukup baik.

Kabar ditemukannya Dawa hidup-hidup membawa kelegaan besar bagi keluarganya. Sang istri mengaku keluarga bahkan telah memulai doa dan ritual terakhir karena mengira Dawa tidak mungkin selamat setelah hilang begitu lama di Everest.

Setelah ditemukan, Dawa segera diterbangkan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Keluarganya mengatakan ia masih bisa mengenali anggota keluarga dan berbicara dengan normal meski harus menjalani pengobatan akibat frostbite serta komplikasi lainnya.

Menurut putrinya, Mhendo Lhamo Sherpa, kondisi ayahnya terus membaik.

"Kami sangat bahagia. Ia mengenali saya dan bisa berbicara," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.