Serangan Berdarah di Nigeria, Kelompok Bersenjata Tewaskan 17 Petani

AKURAT.CO Sedikitnya 17 petani tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok bersenjata di wilayah barat laut Nigeria pada Jumat waktu setempat. Selain korban tewas, lima orang lainnya mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Otoritas lokal mengonfirmasi bahwa para korban diserang saat beraktivitas di kawasan pertanian. Insiden tersebut menambah panjang daftar aksi kekerasan yang terus menghantui wilayah utara Nigeria.
Sejumlah kelompok bersenjata dan jaringan kriminal diketahui aktif beroperasi di kawasan tersebut. Mereka kerap menyerang desa-desa terpencil, melakukan pembunuhan, perampokan, hingga penculikan massal untuk mendapatkan tebusan.
Situasi keamanan di Nigeria semakin kompleks sejak kelompok ekstremis Boko Haram melancarkan pemberontakan bersenjata pada 2009. Konflik yang berlangsung lebih dari satu dekade itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman.
Sumber: SH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







