Israel dan Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan Kesepakatan AS-Iran

AKURAT.CO Kesepakatan damai yang baru saja diteken Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah langsung menghadapi ujian besar. Setelah gelombang serangan mematikan di Lebanon, Israel dan Hizbullah akhirnya menyetujui gencatan senjata baru pada Jumat, sementara perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran terpaksa ditunda.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa gencatan senjata mulai berlaku segera setelah dimediasi oleh AS dan Qatar melalui komunikasi intensif dengan Israel dan Iran. Seorang diplomat Teluk juga membenarkan tercapainya kesepakatan tersebut.
Namun, perkembangan ini terjadi hanya dua hari setelah nota kesepahaman (MoU) damai AS-Iran ditandatangani, menunjukkan rapuhnya upaya menghentikan konflik yang telah mengguncang kawasan sejak Februari lalu.
Serangan Israel Tewaskan Puluhan Orang di Lebanon
Sebelum gencatan senjata diumumkan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon. Pasukan Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 80 target Hizbullah dan menewaskan puluhan anggota kelompok yang didukung Iran tersebut.
Pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya 21 orang tewas akibat serangan udara Israel di wilayah selatan negara itu. Di sisi lain, militer Israel mengumumkan empat tentaranya tewas dalam pertempuran, memicu kemarahan di dalam negeri.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukannya akan tetap berada di Lebanon selatan selama dianggap diperlukan untuk menjaga keamanan Israel.
“Hizbullah akan membayar harga yang sangat mahal atas serangannya,” tegas Netanyahu.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan sayap kanan, Itamar Ben Gvir, memicu kontroversi setelah menyerukan tindakan lebih keras terhadap Lebanon.
Iran Tuduh Israel Ingin Perang Tanpa Akhir
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi pernyataan para pejabat Israel dengan keras. Ia menuduh Tel Aviv hanya memiliki satu tujuan, yakni mempertahankan konflik berkepanjangan di kawasan.
Menurut Araghchi, tindakan Israel di Lebanon menjadi salah satu faktor utama yang menghambat implementasi kesepakatan damai yang baru dicapai antara Washington dan Teheran.
Ketegangan tersebut juga berdampak pada agenda diplomatik berikutnya. Pembicaraan teknis antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Burgenstock, Swiss, resmi ditunda.
Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan delegasi AS yang rencananya dipimpin Wakil Presiden JD Vance batal bertemu untuk membahas tahapan lanjutan menuju perjanjian permanen.
Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi penundaan tersebut, meski menegaskan tetap siap memfasilitasi dialog kedua negara.
Iran Tegaskan Tidak Akan Melanggar “Garis Merah”
Meski menunda perundingan, Iran memastikan tetap berkomitmen pada proses diplomasi. Namun Teheran menegaskan tidak akan mengorbankan kepentingan nasionalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








