Akurat Logo

Harga Minyak Dunia Anjlok 3,3% Setelah AS Longgarkan Sanksi Iran Selama 60 Hari

Fitra Iskandar | 23 Juni 2026, 11:34 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 3,3% Setelah AS Longgarkan Sanksi Iran Selama 60 Hari
Foto: Markets.com

AKURAT.CO Harga minyak dunia jatuh sekitar 3,3 persen pada perdagangan terbaru setelah Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran sementara sanksi terhadap sektor minyak Iran selama 60 hari. Kebijakan tersebut memicu optimisme pasar bahwa pasokan energi global akan meningkat dan risiko gangguan distribusi melalui Selat Hormuz dapat berkurang.

Kontrak minyak mentah Brent tercatat turun 3,31 persen dan ditutup di kisaran USD77,90 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengeluarkan lisensi umum sementara yang memungkinkan Iran kembali memproduksi, menjual, dan mengirimkan minyak mentah ke pasar internasional hingga 21 Agustus mendatang.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan pelonggaran sanksi diberikan setelah Iran menyatakan komitmen untuk menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz serta membuka akses bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Pasar Sambut Positif Tambahan Pasokan Minyak

Investor menilai keputusan Washington berpotensi menambah pasokan minyak global dalam waktu relatif singkat. Selama ini, sanksi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membatasi ekspor minyak Iran ke pasar internasional.

Dengan adanya pengecualian sementara tersebut, Iran kini memiliki kesempatan untuk meningkatkan ekspor minyak dan menerima pembayaran dalam dolar AS. Langkah itu dinilai dapat membantu menstabilkan pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Analis pasar energi menyebut bahwa prospek masuknya kembali minyak Iran ke pasar global menjadi faktor utama yang menekan harga minyak dalam perdagangan hari ini.

Selat Hormuz Mulai Kembali Normal

Selain pelonggaran sanksi, pasar juga merespons perkembangan positif terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran telah membentuk mekanisme komunikasi untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan mencegah insiden yang dapat mengganggu arus perdagangan energi.

Laporan pelayaran internasional menunjukkan sejumlah kapal tanker gas alam cair (LNG) kembali melintasi Selat Hormuz. Aktivitas tersebut menjadi indikasi bahwa kondisi keamanan di kawasan mulai membaik setelah sempat terganggu akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Perusahaan pialang kapal Clarksons menyebut jumlah kapal yang melintas memang masih berada di bawah tingkat normal sebelum konflik, namun tren pemulihannya dinilai cukup positif.

Kemajuan Negosiasi AS-Iran Dorong Optimisme

Penurunan harga minyak juga dipengaruhi kemajuan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss. Kedua negara dilaporkan telah menyepakati peta jalan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas.

Dalam perundingan tersebut, Iran disebut membuka peluang bagi kembalinya inspektur IAEA ke fasilitas nuklirnya. Namun pemerintah Iran menegaskan bahwa belum ada kesepakatan baru terkait program nuklir yang dicapai dalam pembicaraan tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.