Donald Trump Sebut Laporan Awal Gempa Dahsyat Venezuela Sangat Mengkhawatirkan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keprihatinannya atas gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Trump menyebut laporan awal menunjukkan bencana tersebut telah menimbulkan jumlah korban yang sangat besar.
Komentar Trump muncul setelah dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir Venezuela dalam selang waktu hanya satu menit. Guncangan tersebut menyebabkan bangunan runtuh, pemadaman listrik, serta kepanikan di berbagai kota, termasuk ibu kota Caracas.
Melalui unggahan di media sosial, Trump mengatakan skala bencana yang terjadi sangat mengkhawatirkan.
"Dua gempa besar yang baru saja menghantam rakyat Venezuela memiliki kekuatan yang luar biasa dan telah menyebabkan jumlah korban meninggal yang menghancurkan," tulis Trump.
Baca Juga: Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh di Caracas dan Warga Berhamburan ke Jalan
Ia menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat siap memberikan bantuan jika diperlukan.
"Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu. Laporan awal yang kami terima tidak baik," lanjutnya.
Kekhawatiran Korban Jiwa Terus Meningkat
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap jumlah korban akibat gempa kembar tersebut.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebelumnya memperingatkan bahwa bencana ini berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah tinggi dan menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah.
Menurut USGS, gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat Morón, wilayah pesisir Karibia Venezuela. Hanya satu menit kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 mengguncang kawasan yang sama.
Guncangan dilaporkan terasa hingga ribuan kilometer dari pusat gempa, termasuk di wilayah Amazon, Brasil.
Caracas Lumpuh, Bandara Utama Ditutup
Di Caracas, warga berhamburan keluar dari gedung-gedung yang bergoyang hebat. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh, sementara puing-puing dan tiang listrik yang roboh menutup beberapa ruas jalan.
Sebagian wilayah ibu kota juga mengalami pemadaman listrik sesaat setelah gempa terjadi.
Kerusakan turut dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Simón Bolívar, yang kemudian ditutup sementara akibat dampak gempa.
Warga yang selamat menggambarkan momen saat gempa terjadi sebagai pengalaman yang menegangkan.
"Bangunan benar-benar bergoyang dari sisi ke sisi. Guncangannya sangat kuat," kata Roberto Gamas, warga Caracas.
Pemerintah Venezuela Fokus pada Operasi Darurat
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengonfirmasi bahwa gempa menyebabkan kerusakan di beberapa negara bagian. Namun hingga kini pemerintah belum merilis angka resmi terkait korban meninggal, korban luka, maupun tingkat kerusakan bangunan.
Rodríguez meminta masyarakat tetap tenang dan menyerukan seluruh tenaga kesehatan untuk segera bergabung dalam penanganan darurat di rumah sakit.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan tim penyelamat telah dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban.
Pemerintah juga mengingatkan warga agar tetap berada di area terbuka karena gempa susulan berpotensi memperparah kerusakan bangunan yang telah terdampak.
Dunia Menunggu Data Korban Resmi
Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah Venezuela. Belum adanya data resmi membuat besarnya dampak kemanusiaan akibat bencana ini masih belum diketahui secara pasti.
Namun, peringatan dari USGS mengenai potensi korban yang tinggi serta pernyataan Trump yang menyebut laporan awal "sangat buruk" semakin memperkuat kekhawatiran bahwa gempa kembar tersebut dapat menjadi salah satu bencana paling mematikan yang pernah melanda Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.
Sumber: ITV
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 4Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 5KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 6Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 7Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 8Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 9Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
- 10Tiba di Gedung KPK, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Tampil Lebih Kurus






