AS dan Iran Kembali Berunding di Doha, Ketegangan Militer Mulai Mereda

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali melanjutkan perundingan teknis di Doha, Qatar, pekan ini setelah beberapa hari ketegangan militer yang sempat mengganggu implementasi nota kesepahaman (MoU) yang disepakati pada 17 Juni lalu.
Menurut pejabat Amerika Serikat, kedua negara telah menyepakati penangguhan tindakan militer selama proses negosiasi berlangsung.
“Pembicaraan teknis dijadwalkan berlanjut mencakup seluruh aspek MoU,” ujar seorang pejabat AS. Ia menambahkan bahwa kedua pihak akan menahan diri sementara waktu dan pelayaran internasional tetap dapat berlangsung.
Baca Juga: Sambut Tahun Ajaran Baru, Penawaran Spesial MR.D.I.Y. Solusi Belanja Cermat Para Orang Tua
Sejumlah media internasional melaporkan perundingan lanjutan diperkirakan berlangsung di Doha pada Selasa waktu setempat. Pemerintah AS juga disebut telah mengonfirmasi kelanjutan jalur diplomatik tersebut.
Salah satu indikator meredanya situasi adalah mulai pulihnya aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz setelah sebelumnya terganggu akibat aksi saling serang antara kedua negara.
Meski demikian, volume lalu lintas kapal disebut belum kembali normal karena operator pelayaran masih melakukan evaluasi risiko keamanan. Otoritas maritim juga masih menempatkan kawasan itu pada kategori ancaman tinggi.
Mantan Duta Besar AS untuk Oman, Richard Schmierer, menilai mediasi yang dilakukan Qatar dan Pakistan berkontribusi membuka kembali ruang dialog.
“Menurut saya, kita mungkin telah melihat mediasi yang baik dari Qatar dan Pakistan dalam upaya membuat kedua belah pihak menahan diri,” ujarnya.
Ia menilai kedua negara telah menggunakan tekanan militer untuk memperkuat posisi masing-masing sebelum kembali ke jalur diplomasi.
Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak dunia kembali bergerak naik. Minyak mentah Brent tercatat naik menjadi 72,57 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai 70,11 dolar AS per barel.
Sebelumnya, kawasan Teluk mengalami peningkatan ketegangan setelah rangkaian insiden yang melibatkan gangguan pelayaran, serangan balasan militer, dan meningkatnya aktivitas keamanan di sekitar Selat Hormuz.
Baca Juga: Dukungan ke Israel Mulai Retak, Survei Ungkap Mayoritas Republikan Muda AS Berbalik Arah
Seiring dimulainya kembali pembicaraan, Iran juga mulai mendorong pembentukan mekanisme pengelolaan Selat Hormuz bersama Oman melalui Komite Bersama Hormuz. Forum tersebut disebut akan membahas koordinasi navigasi, keamanan maritim, dan implementasi pengaturan baru di jalur pelayaran strategis tersebut.
Perundingan di Doha dipandang menjadi momentum penting untuk menguji apakah kedua negara mampu mempertahankan deeskalasi dan mengembalikan stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 4Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 5KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 6Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 7Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 8Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 9Tiba di Gedung KPK, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Tampil Lebih Kurus
- 10Japto Soerjosoemarno Penuhi Panggilan Ulang KPK Terkait Kasus Gratifikasi Tambang Rita Widyasari





