Japto Soerjosoemarno Penuhi Panggilan Ulang KPK Terkait Kasus Gratifikasi Tambang Rita Widyasari

AKURAT.CO Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (30/6/2026).
Japto tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.40 WIB. Ia didampingi sejumlah kuasa hukum dan pengawal saat memasuki lobi Gedung KPK.
Saat ditanya awak media mengenai materi pemeriksaan yang akan dijalaninya, Japto memilih irit bicara.
"Nanti tanya ke penyidik saja," ujar Japto sebelum memasuki ruang pemeriksaan.
Pemeriksaan ini merupakan pemanggilan ulang setelah Japto sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik pada 3 Juni 2026.
Ketidakhadiran saat itu disampaikan melalui surat yang dikirim kuasa hukumnya kepada KPK.
Kuasa hukum Japto Soerjosoemarno, Achmad Kholidin dari Law Office Mohamad Al Nurdin & Partners, menjelaskan, kliennya saat itu sedang menjalani perawatan karena mengalami low back pain, hernia nucleus pulposus (HNP) lumbal, dan iritasi radix.
Melalui surat tersebut, pihak Japto juga melampirkan surat keterangan sakit dari Medistra Hospital tertanggal 2 Juni 2026 serta meminta agar pemeriksaan ditunda selama satu pekan.
Dalam perkara ini, KPK tengah mengusut dugaan gratifikasi yang diterima mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, terkait penerbitan izin usaha pertambangan dan dugaan penerimaan uang sebesar sekitar USD5 untuk setiap metrik ton produksi batu bara.
Nama Japto Soerjosoemarno turut masuk dalam pengembangan penyidikan. Sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah rumah Japto di Jakarta Selatan dan menyita 11 unit kendaraan, uang tunai dalam bentuk rupiah dan valuta asing senilai sekitar Rp56 miliar, dokumen, serta barang bukti elektronik.
Baca Juga: Profil Lengkap Japto Soerjosoemarno, Ketua Umum Pemuda Pancasila yang 11 Mobil Mewahnya Disita KPK
KPK menyatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya penelusuran aset dalam penyidikan dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan perkara Rita Widyasari.
Hingga kini, penyidik masih mendalami keterkaitan sejumlah pihak serta aliran dana dalam perkara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








