China Diduga Gelar Pelatihan Militer untuk Tentara Rusia, Jerman Minta Pembicaraan Darurat

AKURAT.CO Pemerintah Jerman meminta pembicaraan darurat dengan Duta Besar China menyusul munculnya laporan yang menyebut Beijing diduga melatih personel militer Rusia. Langkah ini menambah ketegangan diplomatik di tengah masih berlangsungnya perang Rusia-Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Jerman pada Jumat (4/7/2026) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan pertemuan dengan perwakilan diplomatik China untuk meminta penjelasan terkait laporan tersebut.
Permintaan itu muncul setelah media Jerman Der Spiegel memberitakan dugaan keterlibatan China dalam pelatihan militer bagi pasukan Rusia.
Sebelumnya, laporan juga menyebut bahwa pelatihan tersebut diduga berlangsung secara rahasia pada tahun lalu dan disebut mendapat persetujuan langsung dari Menteri Pertahanan Rusia atas nama Presiden Vladimir Putin.
Berlin: Dukungan terhadap Rusia Ancam Keamanan Eropa
Pemerintah Jerman menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan yang memungkinkan Rusia melanjutkan operasi militernya di Ukraina akan berdampak langsung terhadap keamanan Eropa.
Seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan bahwa meningkatnya dukungan China terhadap Rusia menjadi perhatian serius bagi Berlin.
"Segala sesuatu yang memungkinkan Rusia melanjutkan perang agresinya terhadap Ukraina juga mengancam keamanan kami. Karena itu, dukungan China yang semakin besar terhadap perang Rusia berdampak langsung pada keamanan kami," ujar sumber tersebut.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap hubungan strategis yang semakin erat antara Beijing dan Moskow sejak konflik Ukraina pecah.
China Bantah Tuduhan
Hingga Jumat, Kedutaan Besar China di Berlin belum memberikan tanggapan terbaru mengenai permintaan pembicaraan dari pemerintah Jerman.
Namun sebelumnya, pihak Kedutaan China telah membantah seluruh tuduhan terkait dugaan pelatihan militer bagi pasukan Rusia dan menyebut laporan tersebut tidak berdasar.
Beijing selama ini menyatakan posisinya sebagai pihak yang mendorong penyelesaian damai konflik Ukraina. Meski demikian, hubungan politik dan ekonomi China dengan Rusia terus menjadi sorotan negara-negara Barat.
Hubungan China-Eropa Berpotensi Memanas
Permintaan klarifikasi dari Jerman diperkirakan dapat menambah ketegangan dalam hubungan China dengan negara-negara Eropa, terutama jika tuduhan tersebut berkembang menjadi isu diplomatik yang lebih luas.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, negara-negara Barat terus memantau berbagai bentuk dukungan terhadap Moskow, baik dalam bidang ekonomi, teknologi, maupun kerja sama militer, karena dinilai dapat memperpanjang konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 7Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 8Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital







