Taiwan Peringatkan Ancaman Invasi China Makin Nyata, Warga Diminta Bersiap Hadapi Konflik
AKURAT.CO Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa berbagai langkah memperkuat pertahanan nasional bukan merupakan bentuk provokasi terhadap China, melainkan respons atas meningkatnya ancaman militer dari Beijing yang dinilai semakin nyata.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, Lin Fei-fan, dalam sebuah forum keamanan di Taipei pada Selasa (8/7/2026). Ia meminta masyarakat Taiwan untuk tidak meremehkan risiko konflik dan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
"Sering kali persiapan Taiwan dianggap sebagai provokasi terhadap pihak lain. Saya ingin menegaskan bahwa seluruh persiapan militer China memiliki satu tujuan yang jelas, yakni agresi militer dan ekspansi ke luar wilayahnya," kata Lin.
Taiwan: Ancaman China Harus Dihadapi dengan Kesiapsiagaan
Lin menilai lonjakan anggaran pertahanan China serta aktivitas militer yang hampir setiap hari dilakukan di sekitar Selat Taiwan menunjukkan ancaman yang tidak bisa lagi diabaikan.
Menurutnya, kesiapan sipil maupun militer merupakan bagian penting dari strategi pertahanan nasional yang saat ini terus diperkuat pemerintah Taiwan.
Presiden Taiwan Lai Ching-te sebelumnya juga mendorong program ketahanan seluruh masyarakat (whole-of-society resilience), termasuk latihan pertahanan sipil dan peningkatan kemampuan menghadapi situasi darurat.
Taiwan Sebut Beijing Pihak yang Memicu Ketegangan
Dalam pidatonya, Lin membandingkan langkah pertahanan Taiwan dengan tindakan militer China yang terus meningkatkan tekanan di kawasan.
Ia menegaskan Taiwan tidak pernah mengirim pesawat tempur maupun kapal perang untuk memasuki wilayah udara atau perairan China.
"Negara yang benar-benar menganggap kedua sisi Selat Taiwan sebagai satu keluarga tidak perlu melakukan uji coba rudal dan roket di kawasan tersebut," ujarnya.
"Taiwan tidak menerbangkan satu pun pesawat atau mengirim satu kapal perang untuk memasuki wilayah pihak lain. Yang mengganggu tatanan kawasan bukan Taiwan, melainkan China."
Jangan Anggap Perang Seperti Ukraina Tak Akan Terjadi
Lin juga mengingatkan masyarakat agar tidak beranggapan bahwa konflik bersenjata seperti yang terjadi di Ukraina mustahil terjadi di Taiwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








