Kenapa Harga Plastik Naik? Ini Penyebab Utama yang Bikin Biaya Produksi Melonjak

AKURAT.CO Kenapa harga plastik naik menjadi pertanyaan yang banyak dicari masyarakat belakangan ini. Kenaikan harga plastik di Indonesia terjadi cukup signifikan dan berdampak pada berbagai sektor, mulai dari industri hingga kebutuhan sehari-hari.
Lonjakan ini tidak terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang memicu kenaikan harga plastik, mulai dari gangguan pasokan global hingga tingginya ketergantungan impor bahan baku. Berikut penjelasan lengkapnya.
Penyebab Harga Plastik Naik
Salah satu alasan utama kenapa harga plastik naik adalah terganggunya pasokan bahan baku di tingkat global. Konflik geopolitik, khususnya yang melibatkan kawasan Timur Tengah seperti Iran, ikut memengaruhi rantai distribusi bahan baku plastik di dunia.
Baca Juga: Pasokan Nafta Terganggu, Harga Produk Plastik Berpotensi Naik?
Kondisi ini membuat ketersediaan bahan baku menjadi terbatas, sehingga harga otomatis ikut terdongkrak naik.
Ketergantungan Impor Jadi Faktor Utama
Selain faktor global, kenapa harga plastik naik juga dipengaruhi oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor. Saat ini, sekitar 60 persen bahan baku plastik masih berasal dari luar negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor plastik Indonesia pada Januari 2026 mencapai sekitar US$949,2 juta.
Sementara itu, pada Februari 2026 tercatat sebesar US$873,2 juta. Secara keseluruhan, angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 5,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Adapun negara pemasok utama plastik ke Indonesia antara lain China, Thailand, dan Korea Selatan.
Tingginya ketergantungan terhadap impor ini membuat harga plastik di dalam negeri menjadi sangat sensitif terhadap perubahan harga di pasar global.
Data Impor Plastik yang Terus Berfluktuasi
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, impor plastik mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.
Baca Juga: Apa Itu Sampah Mikroplastik?
Pada periode 2019 hingga 2023, volume impor tercatat bergerak tidak stabil. Memasuki Juni 2024, impor plastik mencapai sekitar 90,98 juta kilogram dengan nilai sebesar US$202,11 juta.
Kemudian, pada September 2024, terjadi lonjakan tajam dengan kenaikan sebesar 21,33 persen secara tahunan.
Bahkan, dalam periode tersebut, plastik tercatat sebagai salah satu komoditas impor nonmigas utama di Indonesia.
Dampak Kenaikan Harga Plastik
Industri terganggu
Banyak sektor industri yang menggunakan plastik sebagai bahan baku mengalami kenaikan biaya produksi.
Harga produk ikut naik
Barang-barang berbahan plastik atau yang menggunakan kemasan plastik menjadi lebih mahal.
Defisit neraca perdagangan meningkat
BPS mencatat plastik menjadi salah satu penyumbang defisit terbesar, mencapai sekitar US$1,39 miliar pada awal 2026.
Komoditas Impor Besar Selain Plastik
Meski isu kenapa harga plastik naik menjadi sorotan, plastik bukan satu-satunya komoditas impor dengan nilai besar.
Data BPS menunjukkan bahwa impor terbesar masih didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis, diikuti oleh mesin serta perlengkapan elektrik. Sementara itu, plastik menempati posisi berikutnya dengan nilai yang juga cukup signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor industri di Indonesia masih sangat bergantung pada impor, baik untuk bahan baku maupun barang penunjang produksi.
Jadi, kenapa harga plastik naik disebabkan oleh kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari gangguan pasokan akibat konflik internasional hingga tingginya ketergantungan impor bahan baku.
Kondisi ini membuat harga plastik sulit dikendalikan dalam jangka pendek. Ke depan, penguatan industri dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor menjadi langkah penting untuk menstabilkan harga.
Baca Juga: Kebijakan BMAD dan BMTP Bahan Baku Plastik Bisa Ancam Hilirisasi
Baca Juga: Temukan Mikroplastik di Air Hujan Jadi Early Warning bagi Pemerintah dan Masyarakat
FAQ
1. Kenapa harga plastik naik di tahun 2026?
Harga plastik naik karena gangguan pasokan global dan konflik internasional yang memengaruhi distribusi bahan baku.
2. Apakah Indonesia masih impor plastik?
Ya, sekitar 60 persen bahan baku plastik di Indonesia masih berasal dari impor.
3. Apa dampak kenaikan harga plastik?
Dampaknya antara lain kenaikan harga produk, biaya produksi industri meningkat, dan defisit perdagangan bertambah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







