Akurat
Pemprov Sumsel

MacBook Neo Rp10 Jutaan Mengejutkan Industri Laptop, Produsen PC Dinilai Belum Siap

Winna Wandayani | 17 Maret 2026, 23:00 WIB
MacBook Neo Rp10 Jutaan Mengejutkan Industri Laptop, Produsen PC Dinilai Belum Siap
MacBook Neo (Apple.com)

AKURAT.CO Peluncuran MacBook Neo dengan harga sekitar US$600 (sekitar Rp10 jutaan) langsung menarik perhatian industri laptop global. Perangkat ini bahkan membuat sejumlah produsen PC terkejut dengan strategi harga agresif dari Apple.

Dalam laporan keuangan terbaru Asus, CFO Nick Wu mengakui bahwa MacBook Neo mengejutkan pasar. Meski rumor tentang laptop Apple berbasis chip iPhone sudah beredar sejak lama, produsen PC tampaknya belum benar-benar siap menghadapinya.

Wu juga menyebut Apple kemungkinan memposisikan MacBook Neo sebagai perangkat untuk konsumsi konten. Menurutnya, penggunaan perangkat tersebut lebih mirip tablet dibanding laptop mainstream.

Namun pandangan tersebut dinilai kurang tepat oleh sejumlah pengamat teknologi. MacBook Neo tetap mampu menjalankan berbagai tugas komputasi sehari-hari dengan cukup baik.

Aktivitas seperti browsing internet, membuat dokumen, hingga presentasi masih dapat dilakukan dengan lancar. Bahkan untuk penggunaan ringan seperti belajar atau bekerja jarak jauh, perangkat ini dinilai sudah memadai.

Dikutip dari CNET, Sabtu (14/3/2026), mayoritas pengguna laptop memakai perangkat mereka untuk membuat atau melihat dokumen. Sementara itu, sekitar sepertiga pengguna memanfaatkan laptop untuk menonton konten atau streaming.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas laptop sebenarnya tidak membutuhkan performa ekstrem. Dengan kata lain, MacBook Neo masih relevan untuk kebutuhan mayoritas pengguna.

Selain performa, Apple juga menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih baik. MacBook Neo hadir dengan layar cerah, keyboard nyaman dan speaker berkualitas.

Trackpad yang presisi juga menjadi salah satu keunggulan yang sering dipuji pada laptop Apple. Faktor-faktor tersebut sering kali menjadi kelemahan pada laptop Windows murah.

MacBook Neo memang hanya dibekali RAM 8GB, tetapi perangkat ini menjalankan macOS. Sistem operasi tersebut dikenal lebih efisien dalam mengelola memori dibanding Windows.

Di sisi lain, harga RAM global yang meningkat membuat banyak laptop Windows tetap menggunakan konfigurasi dasar 8GB. Kondisi ini membuat persaingan di segmen laptop murah semakin menantang.

Apple juga memiliki keunggulan dari sisi rantai pasokan yang terintegrasi. Hal ini membuat perusahaan dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga harga tetap kompetitif.

Dalam pengujian benchmark single-core, chip A18 Pro Neo bahkan mampu mengungguli banyak laptop Windows. Hasil ini cukup mengejutkan mengingat harga MacBook Neo jauh lebih murah.

Sebagai perbandingan, Asus Zenbook Duo dengan prosesor Intel Panther Lake dijual sekitar US$2.400 (sekitar Rp40 jutaan). Laptop tersebut memang lebih kuat untuk tugas berat, tetapi harganya hampir empat kali lebih mahal.

Beberapa produsen PC juga belum memiliki strategi jelas untuk menghadapi MacBook Neo. Gigabyte, misalnya, mengaku tidak menargetkan segmen laptop yang sama dengan perangkat Apple tersebut.

Dell sendiri berencana menghadirkan XPS 13 dengan harga paling terjangkau yang pernah ada. Namun produk di kisaran harga MacBook Neo saat ini masih menawarkan spesifikasi yang tergolong standar.

Persaingan sebenarnya bukan hanya soal spesifikasi atau skor benchmark. Tantangan utama bagi produsen PC adalah menghadirkan laptop murah yang tetap nyaman digunakan.

Apple mencoba menawarkan paket lengkap dengan harga sekitar US$599 (sekitar Rp10 jutaan). Jika produsen laptop Windows tidak segera merespons, MacBook Neo berpotensi menarik lebih banyak konsumen di segmen laptop terjangkau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.