WHO Tetapkan Kesepian Jadi Ancaman Masalah Kesehatan yang Serius, Wajib Diwaspadai!

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kesepian sebagai ancaman kesehatan global yang perlu diprioritaskan. Ahli bedah umum AS mengatakan bahwa dampak kematian akibat kesepian setara dengan merokok 15 batang sehari.
Untuk itu, WHO meluncurkan Komisi Hubungan Sosial yang berfokus untuk mengatasi ancaman kesehatan akibat kesepian. Komisi baru ini dipimpin oleh ahli bedah umum asal Amerika Serikat, Vivek Murthy, serta perwakilan Pemuda Uni Afrika, Chido Mpemba.
Selama tiga tahun ke depan, komisi ini akan fokus terhadap isu kesehatan mendesak yang berkaitan dengan dampak kesepian, mengkaji perkembangan ilmiah terbaru, serta merancang strategi guna membantu orang-orang agar bisa memperdalam hubungan sosial mereka.
Baca Juga: WHO: Rumah Sakit Terbesar Di Gaza Sudah Tidak Lagi Berfungsi
Dikutip dari The Guardians, Perwakilan Pemuda Uni Afrikan Chido mpemba mengatakan, "[Kesepian] melampaui batas negara dan menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi setiap aspek kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan."
"Isolasi sosial tidak mengenal usia dan batasan," imbuhnya.
Menurut ahli bedah umum Amerika Selatan, Vivek Murthy, risiko kesehatan akibat kesepian sama buruknya dengan merokok hingga 15 batang sehari, dan bahkan lebih besar dibandingkan risiko yang terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.
Meskipun kesepian sering dianggap sebagai masalah di negara-negara maju, Murthy mengatakan tingkat satu dari empat lansia yang mengalami isolasi sosial adalah serupa di seluruh wilayah di dunia.
Pada orang dewasa yang lebih tua, kesepian dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 50% dan peningkatan risiko penyakit arteri koroner atau stroke sebesar 30%.
Namun, hal ini juga merusak kehidupan generasi muda. Antara 5% dan 15% remaja mengalami kesepian, menurut angka yang mungkin diremehkan. Di Afrika, 12,7% remaja mengalami kesepian dibandingkan dengan 5,3% di Eropa.
Remaja yang mengalami kesepian di sekolah lebih besar kemungkinannya untuk putus kuliah. Hal ini juga dapat menyebabkan dampak ekonomi yang lebih buruk. Merasa terputus dan tidak didukung dalam suatu pekerjaan yang dapat menyebabkan kepuasan kerja dan kinerja lebih buruk.
Mpemba mengatakan bahwa di seluruh Afrika, dimana sebagian besar penduduknya terdiri dari kaum muda, tantangan seputar perdamaian, keamanan dan krisis iklim, serta tingginya tingkat pengangguran, berkontribusi terhadap isolasi sosial.
"Kami percaya bahwa penting untuk mendefinisikan kembali narasi seputar kesepian, khususnya bagi kelompok rentan yang terpinggirkan oleh kesenjangan digital," ujarnya.
Murthy menambahkan, "Masalah-masalah ini tidak berdampak pada satu negara saja. Kesepian adalah ancaman kesehatan masyarakat yang kurang dihargai."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









