Hasil Studi Ungkap Mikroplastik Mempercepat Penyebaran Kanker dalam Tubuh

AKURAT.CO Sebuah penelitian terbaru telah mengungkap bagaimana benda-benda sehari-hari yang tampaknya tak berbahaya, seperti mikroplastik yang dapat mempercepat penyebaran kanker dalam tubuh kita.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa mikroplastik, partikel kecil yang tersebar luas di lingkungan, tidak hanya berada di seluruh dunia termasuk Antartika yang bersalju segar, tetapi juga di dalam tubuh kita, bahkan hingga otak, jantung dan paru-paru.
Studi yang dilakukan oleh Profesor Lukas Kenner menyoroti bahwa sel-sel yang terpapar oleh mikroplastik sangat rentan untuk bermigrasi, meningkatkan risiko terjadinya tumor sekunder atau metastasis. Ini memunculkan kekhawatiran serius dari para ilmuwan terkait dampak kesehatan yang mungkin timbul.
Kerusakan plastik yang terus-menerus di lingkungan, seperti yang disoroti oleh Profesor Kenner, mengarah pada 'longsoran plastik' yang mengancam kesehatan kita. Studi juga menunjukkan bahwa mikroplastik, meskipun tidak mengganggu pembelahan sel, mampu mempercepat pertumbuhan sel-sel tumor.
Baca Juga: Kate Middleton Divonis Idap Kanker, Pangeran William Merasa Ketakutan dan Tak Berdaya
Menyoroti urgensi masalah ini, Profesor Kenner menekankan pentingnya perhatian dari para pembuat kebijakan secara global dan menyerukan pendanaan untuk penelitian lebih lanjut tentang dampak kesehatan mikroplastik.
Penelitian di University of Vienna menunjukkan bahwa saluran pencernaan adalah titik masuk utama bagi mikroplastik dalam tubuh manusia. Ini, bersama dengan penemuan bahwa mikroplastik dapat diteruskan ke janin melalui plasenta, menyoroti risiko serius yang dihadapi manusia dari polusi plastik.
Namun, apa sebenarnya mikroplastik? Secara sederhana, mikroplastik adalah partikel kecil dari plastik yang dapat berasal dari berbagai sumber seperti produk kecantikan yang mengandung microbeads atau serat mikro dari pakaian sintetis.
Mengatasi masalah ini menjadi semakin mendesak mengingat peningkatan produksi plastik yang terjadi sejak tahun 1950an. Plastik tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan tetapi juga pada kesehatan manusia, dengan ribuan bahan kimia yang terkandung dalamnya telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
Dikutip dari Metro.co.uk, Minggu (21/4/2024), dengan negosiasi tentang Perjanjian Plastik Global PBB yang akan dilakukan di Ottawa, Kanada, semakin mendekat, kebutuhan akan tindakan global untuk mengatasi krisis plastik semakin mendesak.
Ini membutuhkan komitmen dari para pembuat kebijakan untuk mendengarkan ilmu pengetahuan dan bertindak sesuai dengan temuan-temuan yang ditemukan oleh para peneliti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








