Akurat
Pemprov Sumsel

Primaya Hospital Jadi RS Swasta Pertama di Jabodetabek Operasikan PLTS 300 kWp

Sultan Tanjung | 8 September 2024, 13:45 WIB
Primaya Hospital Jadi RS Swasta Pertama di Jabodetabek Operasikan PLTS 300 kWp

AKURAT.CO  Primaya Hospital resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seluas 2.800 m² di atap gedung rumah sakit pertama di Kota Bekasi.

Ini juga menjadikan Primaya Hospital sebagai rumah sakit swasta pertama di Jabodetabek yang menggunakan PLTS sebagai sumber energi alternatif dengan kapasitas lebih dari 300 kWp.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini diresmikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan.

Beliau hadir langsung di lokasi dan mengunjungi panel surya di atap Primaya Hospital Bekasi Timur.

Panel surya ini mampu menghasilkan energi bersih sebesar 524.000 kWh per tahun, yang setara dengan pengurangan emisi karbon sebanyak 469.000 kilogram per tahun.

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-18, Primaya Hospital Group Gelar Primaya Fair 2024

Energi ini setara dengan penggunaan listrik tahunan lebih dari 250 rumah atau perjalanan mobil listrik sejauh lebih dari 2.500 mil.

Penggunaan PLTS ini juga berkontribusi pada penghematan lebih dari 300 barel minyak dan pengurangan lebih dari 1.600 gram limbah nuklir.

Pengurangan emisi karbon ini setara dengan dampak positif penanaman lebih dari 6.000 pohon.

“Dengan diresmikannya PLTS ini, Primaya Hospital dapat terus berkomitmen pada pengembangan teknologi ramah lingkungan dan menjadi pelopor dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di sektor kesehatan. Kami berharap langkah ini akan menginspirasi banyak pihak untuk berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.” ujar drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes dalam acara yang dilangsungkan Sabtu, (7/9).

Baca Juga: Komitmen Gunakan Energi Terbarukan, Anak Usaha MMSGI Bangun PLTS 1.032 kWp Bersama Sembcorp

Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu bumi yang berlebihan, terutama disebabkan oleh gas rumah kaca dan penggunaan energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan bahwa total emisi gas rumah kaca dari sektor industri Indonesia mencapai 238,1 juta ton CO2e pada tahun 2022.

Penggunaan panel surya dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatif lainnya dari energi konvensional, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Eka Himawan, Managing Director Xurya, menyampaikan, "Kami berharap sistem PLTS atap yang terpasang dapat membantu Primaya Hospital terus memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan penuh kepedulian. PLTS atap ini menjadi bukti komitmen dan konsistensi Primaya Hospital dalam menjaga kesehatan, baik bagi individu maupun lingkungan. Kami bangga dipercaya oleh Primaya Hospital untuk menjadi mitra dalam pemasangan, pengoperasian, serta pemeliharaan sistem PLTS atap. Sistem ini dipastikan akan beroperasi secara optimal hingga lebih dari 20 tahun mendatang."

Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group, mengatakan, "Sesuai dengan tema ulang tahun ke-18 Primaya Hospital Group, yaitu 'Growing Stronger,' pertumbuhan yang berkelanjutan adalah hal esensial. Kita peduli terhadap sesama, baik untuk saat ini maupun generasi mendatang. Pada tahun 2024 ini, Primaya Hospital berhasil mengoperasikan rumah sakit menggunakan tenaga surya dengan kapasitas yang signifikan. Panel surya ini akan memenuhi lebih dari 20% kebutuhan listrik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Selain itu, untuk mendukung strategi penghematan energi, kami juga menggunakan teknologi sensor pintar untuk mengoperasikan lampu penerangan, guna menunjang penggunaan listrik yang lebih efisien. Kami berharap upaya ini dapat bermanfaat bagi generasi masa depan."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.