Akurat
Pemprov Sumsel

Takeda dan Kemenkes Kolaborasi Tingkatkan Edukasi Pencegahan DBD

Oktaviani | 17 Februari 2025, 12:51 WIB
Takeda dan Kemenkes Kolaborasi Tingkatkan Edukasi Pencegahan DBD

AKURAT.CO PT Takeda Innovative Medicines kembali berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam program “Langkah Bersama Cegah DBD”, yang berlangsung di Laguna Atrium, Central Park, Jakarta, pada 14-16 Februari 2025.

Program ini merupakan bagian dari kampanye #Ayo3MPlusVaksinDBD, yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini, menegaskan, DBD masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama saat musim hujan.

"Dengue bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas masyarakat serta membebani sistem layanan kesehatan," ujarnya.

Hingga 3 Februari 2025, Kemenkes mencatat 6.050 kasus DBD secara nasional dengan Incidence Rate (IR) 2,14 per 100.000 penduduk.

Baca Juga: Dikhianati Orang Terdekat, Happy Asmara Luapkan Kekesalan di Sosial Media

Dari jumlah tersebut, 28 kasus berujung pada kematian, dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,46 persen. Kasus ini tersebar di 235 kabupaten/kota di 23 provinsi.

Sebagai langkah pengendalian, pemerintah terus menggalakkan program seperti pengendalian vektor, Gerakan 3M Plus, dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

"Kami juga telah menetapkan Strategi Nasional Penanganan Dengue 2021-2025, yang menekankan sinergi lintas sektor. Salah satu implementasi konkret dari strategi ini adalah kolaborasi dengan Takeda melalui program Langkah Bersama Cegah DBD," jelasnya.

Selain itu, pemerintah telah mengadopsi inovasi seperti implementasi nyamuk ber-Wolbachia di beberapa daerah, termasuk Yogyakarta, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang, serta vaksinasi sebagai perlindungan tambahan.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengapresiasi komitmen Kementerian Kesehatan RI dan seluruh Dinas Kesehatan daerah dalam upaya pengendalian DBD.

"Pemerintah tidak hanya menjalankan berbagai program strategis, tetapi juga terbuka untuk berkolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ini," katanya.

Menurut Andreas, penanganan DBD tidak bisa hanya mengandalkan satu solusi.

Baca Juga: Hasil Lengkap Liga Italia: Juventus Bungkam Inter, Roma Menang Tipis dari 10 Pemain Parma

"Kita perlu disiplin menerapkan 3M Plus, meningkatkan kesadaran, serta mempertimbangkan pendekatan inovatif. Dengan aksi kolektif yang kuat, kita bisa mengurangi dampak DBD dan mencapai target Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030," tambahnya.

Takeda berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam edukasi, pencegahan, dan pengendalian dengue, menjadikan program ini sebagai komitmen jangka panjang, bukan sekadar inisiatif sesaat.

Program Langkah Bersama Cegah DBD pertama kali diluncurkan pada 5 November 2023 di Jakarta, dengan partisipasi lebih dari 5.000 masyarakat.

Acara tersebut bahkan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan 2.500 tanda tangan komitmen masyarakat dalam pencegahan DBD.

Baca Juga: Sinopsis Drama Korea My Dearest Namesis Terbaru yang Dibintangi Moon Ga Young dan Choi Hyun Wook

Kegiatan serupa juga telah sukses digelar di:

- Bandung, Jawa Barat – lebih dari 3.000 peserta 
- Surabaya, Jawa Timur – lebih dari 6.000 peserta 
- Medan, Sumatera Utara – lebih dari 5.000 peserta

Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran terhadap pencegahan DBD semakin meningkat, sehingga dampak penyakit ini dapat ditekan secara signifikan di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.