Akurat
Pemprov Sumsel

Orang yang Pertama Kali Mengabadikan Foto Ka'bah 1,5 Abad Lalu, Siapa Dia?

Hadits Abdillah | 22 April 2024, 20:44 WIB
Orang yang Pertama Kali Mengabadikan Foto Ka'bah 1,5 Abad Lalu, Siapa Dia?

AKURAT.CO Dalam ajaran agama Islam, Ka’bah merupakan bangunan suci yang berada di kompleks Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. Ka’bah menjadi kiblat atau arah bagi seluruh umat muslim ketika melaksanakan ibadah shalat.

Tak hanya menjadi pusat ibadah, Ka’bah juga menjadi simbol persatuan yang mencerminkan kebesaran Allah SWT serta memberikan pelajaran mengenai ketaatan dan kesederhanaan. Ka’bah pertama kali dibangun pada masa Nabi Ismail lalu kemudian kerap mengalami pemugaran sebanyak empat kali.

Sebagai bangunan suci umat muslim, Ka’bah pertama kali diabadikan pada pada tahun 1880, atau sekitar 1,5 abad yang lalu. Lantas siapakah fotografer pertama yang mengabadikan Ka’bah?

Baca Juga: 4 Sejarah Peradaban Islam di Bulan Syawal: Jejak Kebesaran dan Keharuman Spiritual

Dilansir dari Alarabiya News, yang pertama kali mengabadikan Ka’bah dalam bentuk foto adalah seorang fotografer asal Mesir bernama Mohammed Sadiq Bey ketika ia pergi ke Mekkah pada tahun 1880.

Setidaknya, terdapat dua foto Ka’bah yang berhasil diambil oleh Sadiq Bey pada saat itu. Foto pertama merupakan foto hitam putih yang diambil dari kejauhan. Dalam foto tersebut tampak Ka’bah yang dikelilingi oleh berbagai bangunan seperti hotel dan rumah-rumah penduduk.

Adapun foto yang lain memperlihatkan Ka’bah dari jarak yang lebih dekat. Pada foto tersebut, Ka’bah tampak ditutupi dengan kiswah berwarna hitam, umat muslim juga terlihat memadati area sekitar Ka’bah.

Selain menjadi fotografer pertama yang mengabadikan Ka’bah, Sadiq Bey juga menulis empat buah buku mengenai kunjungannya ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam kunjungannya saat itu.

Dalam sumber yang lain, kunjungan pertama Sadiq Bey berada pada tahun 1861 dengan kereta api. Pada saat itu, ia membawa serta perangkat yang dikenal sebagai kamera collodion pelat basah, sebuah perangkat yang ditemukan pada tahun 1950-an serta menggunakan pelat kaca negatif.

Baca Juga: Apakah Candi Borobudur Berhubungan dengan Agama Islam?

Kemudian hampir dua dekade setelahnya, Sadiq Bey kembali mengunjungi Mekkah sebagai bendahara kafilah haji. Pada saat inilah ia menghasilkan koleksi foto yang mendokumentasikan haji secara realistis di depan kamera. Koleksi fotonya ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah.

Koleksi fotonya ini kemudian diterbitkan dalam dua bukunya yang merinci perjalanan haji Sadiq Bey, yaitu The Mash’al al-Mahmal (The Torch of the Mahmal) pada tahun 1881 dan Dalil al-Hajj (The Guide to the Hajj) pada tahun 1896.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi