Akurat
Pemprov Sumsel

Bagaimana Tanggapan Kafir Quraisy atas Hijrah Rasul SAW ke Madinah?

Sultan Tanjung | 15 Mei 2024, 22:30 WIB
Bagaimana Tanggapan Kafir Quraisy atas Hijrah Rasul SAW ke Madinah?

AKURAT.CO Ketika Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari Allah SWT untuk berhijrah ke Madinah, kaum kafir Quraisy menunjukkan sikap yang keras dan menentang.

Berikut adalah beberapa aspek tanggapan kafir Quraisy terhadap hijrah Rasulullah:

  1. Rasa Takut dan Kalut:

    Kafir Quraisy merasa takut dan kalut karena mengetahui Islam kemungkinan akan berkembang pesat di Madinah.

    Letak Madinah yang strategis sebagai tempat lalu lalang pedagang dari Yaman ke Syam membuat mereka khawatir. 

    Perkembangan Islam tidak hanya berpengaruh pada ideologi, tetapi juga ekonomi.

  2. Tindakan yang Diperhitungkan:

    Kafir Quraisy menyiapkan tiga pilihan untuk menindak Rasulullah yang masih berada di Makkah.

    Pertama, membiarkan Rasul hijrah ke Madinah dengan sendirinya. Kedua, memenjarakannya. Ketiga, membunuhnya.

    Awalnya, mereka membiarkan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, tetapi dikhawatirkan umat Islam semakin kuat dan kembali untuk memerangi mereka. 

    Akhirnya, mereka memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad, tetapi rencana itu gagal.

  3. Rentetan Peristiwa:

    Sebelum para sahabat dan Rasulullah hijrah ke Madinah, ada rentetan peristiwa penting.

    Pada 3 tahun awal masa kenabian, Nabi Muhammad hanya berdakwah dengan sembunyi-sembunyi.

    Kemudian, Allah mengizinkannya berdakwah secara terang-terangan. Umat Islam semakin bertambah banyak hingga menimbulkan amarah kaum kafir.

    Siksaan demi siksaan kejam diterima Nabi Muhammad dan pengikutnya. Bahkan umat Islam diboikot dalam perdagangan hingga mengalami kesulitan ekonomi. 

    Pada tahun 620 M, Nabi pernah bertemu dengan enam orang dari Kabilah Khazraj, Yasrib yang berziarah di Mekkah.

Jadi, tanggapan kafir Quraisy atas hijrah Rasulullah SAW adalah campuran antara ketakutan, perhitungan, dan ketidaksetujuan yang kuat terhadap dakwah Rasul. 

Mereka berusaha menghalangi perkembangan Islam, tetapi akhirnya Rasulullah dan para sahabat berhasil hijrah ke Madinah dan memulai fase baru bagi umat Islam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.