Akurat
Pemprov Sumsel

Sederet Pekerjaan Nabi Muhammad saat Menikahi Siti Khadijah, Menolak Anggapan Nabi Pengangguran

Fajar Rizky Ramadhan | 29 Oktober 2024, 06:30 WIB
Sederet Pekerjaan Nabi Muhammad saat Menikahi Siti Khadijah, Menolak Anggapan Nabi Pengangguran

AKURAT.CO Nabi Muhammad SAW, sebagai pribadi agung yang diutus Allah SWT untuk membawa risalah Islam, dikenal memiliki perjalanan hidup penuh keteladanan, bahkan jauh sebelum diangkat menjadi rasul.

Salah satu fase penting dalam kehidupan beliau adalah ketika menikahi Siti Khadijah binti Khuwailid.

Di tengah tuduhan yang muncul dari sebagian orang bahwa Nabi tidak bekerja atau menganggur sebelum masa kenabian, fakta-fakta sejarah dan berbagai literatur Islam membantah klaim tersebut.

Justru, Nabi Muhammad menjalani beberapa pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran, yang kelak menjadi dasar reputasinya sebagai pribadi terpercaya (al-Amin).

Dalam kehidupan sehari-hari, Nabi Muhammad bekerja dengan berbagai cara, terutama dalam bidang perdagangan.

Bahkan, Siti Khadijah—seorang saudagar kaya dan terpandang—tertarik kepada Nabi bukan hanya karena paras dan nasab beliau, tetapi karena kejujuran serta integritas dalam berdagang.

Salah satu dalil yang mendasari kerja keras Nabi Muhammad di masa muda adalah hadits yang menyebut bahwa “Tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil usahanya sendiri” (HR. Bukhari).

Baca Juga: YouTuber di Deli Serdang Sebut Nabi Muhammad Menjadi Rasul karena Bertapa di Gua, Ini Bukti Salah Kaprah Pemikirannya menurut Islam

Hal ini menunjukkan bahwa bekerja dan berusaha secara halal adalah sunnah para nabi, termasuk Nabi Muhammad.

Pekerjaan Nabi dalam bidang perdagangan dimulai sejak usia muda ketika beliau membantu pamannya, Abu Thalib, yang juga seorang pedagang. Ketika menginjak usia dewasa, beliau mulai berlayar dan melakukan perjalanan dagang ke luar Mekkah, termasuk ke Syam (Suriah).

Berkat kejujuran dan ketekunan dalam bekerja, Nabi Muhammad dikenal sebagai pedagang yang sangat dipercaya. Kepribadian inilah yang membuat Khadijah, yang kerap mempekerjakan orang untuk menjalankan usaha dagangnya, memilih Nabi sebagai mitranya.

Dalam literatur sejarah Islam, seperti yang tercatat dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Ishaq dan Ar-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyyur Rahman al-Mubarakfuri, disebutkan bahwa Khadijah menugaskan Nabi Muhammad untuk membawa kafilah dagangnya ke Syam.

Nabi menjalankan amanah tersebut dengan sangat baik, dan perjalanan dagang itu berakhir dengan keuntungan besar bagi Khadijah.

Selain itu, budaknya yang bernama Maisarah, yang turut dalam perjalanan tersebut, melaporkan bagaimana Nabi menunjukkan kejujuran dan akhlak mulia dalam bertransaksi.

Pada usia 25 tahun, setelah beberapa kali menjalankan perdagangan atas nama Khadijah, hubungan bisnis tersebut berkembang menjadi ikatan pernikahan.

Dengan latar belakang usaha yang mandiri dan keterlibatan aktif dalam perdagangan, Nabi Muhammad jelas bukan pribadi yang menganggur atau tidak bekerja.

Bahkan setelah menikah dengan Khadijah, yang merupakan seorang perempuan kaya raya, beliau tetap aktif mencari nafkah dengan berdagang.

Hal ini juga menunjukkan keteguhan Nabi untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada kekayaan istrinya, meskipun Khadijah tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.

Baca Juga: Kenapa Nabi Muhammad SAW Menikahi Seorang Janda Kaya Raya, Siti Khadijah?

Kisah kehidupan Nabi Muhammad sebelum masa kenabian ini menjadi bukti kuat bahwa bekerja merupakan bagian penting dari kehidupannya. Ia bukan sekadar pribadi yang mulia dalam budi pekerti, tetapi juga sosok yang produktif dan bertanggung jawab.

Lebih dari itu, perjalanan hidup beliau mengajarkan bahwa setiap manusia, termasuk nabi sekalipun, dituntut untuk bekerja dan berusaha guna memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang halal.

Oleh karena itu, anggapan bahwa Nabi Muhammad menganggur sebelum menikah atau sebelum diutus menjadi rasul tidak memiliki dasar yang kuat. Justru, kehidupan beliau dipenuhi dengan aktivitas produktif yang menginspirasi.

Pekerjaan Nabi di bidang perdagangan bersama Khadijah adalah contoh nyata betapa bekerja keras dan berakhlak mulia dapat membawa keberkahan, baik dalam kehidupan duniawi maupun spiritual.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.