Jejak Keilmuan KH Muhammad Nawawi Umar Kempek, Ulama yang Konsisten Jaga Tradisi Pesantren

AKURAT.CO Kabar duka datang dari dunia pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, KH. Muhammad Nawawi Umar, wafat pada Minggu, 13 April 2025, di Bekasi, Jawa Barat. Beliau berpulang pada usia 75 tahun akibat serangan jantung.
Kabar wafatnya KH Nawawi Umar menyebar cepat melalui pesan WhatsApp di berbagai grup alumni dan santri Pesantren Kempek. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa beliau wafat di kediamannya di Bekasi bersama istri tercinta, Nyai Hj. Afwah Mumtazzah.
Putra tunggal dari KH. Umar Sholeh, pendiri Pesantren Kempek, KH Nawawi dikenal sebagai ulama yang konsisten menjaga tradisi keilmuan klasik pesantren, namun terbuka terhadap pembaruan pendidikan.
Sejak muda, ia menimba ilmu langsung dari sang ayah dan beberapa kali merantau ke pesantren lain di Jawa Timur, sebelum akhirnya kembali dan mengambil alih kepemimpinan pengajian pesantren pada 1994.
"KH Nawawi adalah contoh ulama klasik yang menjunjung tinggi sanad keilmuan. Figur seperti beliau makin langka," ujar Dr. Ahmad Fauzi, peneliti pesantren dari LIPI.
Baca Juga: Kiai Said Aqil Siradj: Kiai Nawawi Kempek Ulama Pesantren yang Otentik
Warisan Pendidikan dan Intelektual
Selama masa kepemimpinannya, KH Nawawi merintis berbagai pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren.
Beberapa terobosan di antaranya adalah pendirian Madrasah Takhossus Lit Banat (MTLB), pembangunan gedung MTs NU dan MA NU, STAINU serta pembentukan Majelis Khuffadz untuk mencetak santri penghafal Al-Qur’an.
“Pesantren Kempek di bawah beliau berhasil menjaga nilai-nilai tradisional sambil merespons kebutuhan zaman modern,” kata H. Tajuddin Nur, mantan Kepala Kemenag Cirebon.
Selain aktif dalam dunia pendidikan, KH Nawawi juga dikenal karena kepribadiannya yang sederhana dan wara'. Dalam setiap pengajiannya, ia hampir tak pernah menyebut kata “saya”, melainkan selalu mengutip gurunya—yakni ayahandanya—sebagai sumber otoritas keilmuan.
Kehidupan Keluarga dan Jejak Dakwah
KH Nawawi menikah dengan Nyai Hj. Afwah Mumtazzah, akademisi lulusan IAIN Sunan Kalijaga. Pasangan ini dikaruniai dua putra: Aufa Najda Nawafy (Nada) dan Sholah Mafaza Muhammad (Ezza).
Hidupnya mencerminkan perpaduan antara dedikasi pada ilmu, keluarga, dan pengabdian sosial. Ribuan santri telah dibimbingnya, dan alumni Pesantren Kempek tersebar di berbagai sektor keumatan.
“Beliau adalah penjaga nilai-nilai Islam moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” kenang KH. Husein Muhammad, pengasuh Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun.
Baca Juga: Dua Putra KH Aqil Siroj Pendiri Ponpes KHAS Kempek Cirebon Jabat Pengurus PBNU 2022-2027
Dimakamkan di Kompleks Keluarga
Jenazah KH Nawawi Umar telah dimakamkan pada Senin, 14 April 2025 di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Kempek. Ribuan pelayat dari berbagai daerah hadir memberikan penghormatan terakhir.
Pihak keluarga menggelar takziah dan Dzikrul Manaqib selama tujuh hari berturut-turut sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan sang kiai.
Warisan spiritual dan keilmuan KH Nawawi Umar akan terus hidup melalui pesantren, karya-karya beliau, dan para alumni yang meneruskan perjuangannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










