Akurat
Pemprov Sumsel

Ajaib! Awalnya Tertolak Administrasi, Jemaah Haji Libya Ini Getarkan Langit untuk Memberangkatkannya ke Tanah Suci

Fajar Rizky Ramadhan | 29 Mei 2025, 08:38 WIB
Ajaib! Awalnya Tertolak Administrasi, Jemaah Haji Libya Ini Getarkan Langit untuk Memberangkatkannya ke Tanah Suci

AKURAT.CO Viral di dunia Arab dan dunia Islam, kisah seorang pemuda Libya bernama Amir al-Mahdi Mansur al-Qadhafi mengguncang jagat maya karena kekuatan niatnya yang luar biasa dan keajaiban yang menyertainya.

Ditolak dua kali dari penerbangan yang sama, namun pesawat itu justru kembali dua kali karena alasan teknis dan cuaca—hingga akhirnya ia diizinkan ikut terbang ke Tanah Suci. Cerita ini menjadi simbol spiritual: bahwa niat yang murni bisa menggerakkan langit.

Awal Ujian di Bandara Sabha

Amir tiba di Bandara Sabha di Libya Selatan dengan semangat dan keyakinan penuh untuk berhaji. Meski datang agak terlambat, ia tetap percaya bahwa Allah akan membukakan jalan.

Allāhumma innī nawaytu ḥajja baytik

(Ya Allah, aku berniat menunaikan haji ke rumah-Mu)

Namun harapan itu seolah runtuh ketika petugas bandara menolaknya. Nama keluarganya, al-Qadhafi, termasuk dalam daftar pengawasan sistem keamanan Libya. Ia tak diizinkan naik ke pesawat. Pintu pesawat ditutup. Amir hanya bisa memandang dari balik kaca.

Salah seorang petugas berkata dengan nada iba:

Allāh ghālib… mish maqṣūmah lik.”

(Allah Mahakuasa… mungkin perjalanan ini bukan bagianmu)

Tapi Amir menjawab, dengan suara tegas:

In shāʾ Allāh, the plane will not depart. In shāʾ Allāh, I will be on it. My intention is for ḥajj.”

(InsyaAllah, pesawat itu tidak akan berangkat. InsyaAllah, aku akan ikut di dalamnya. Niatku adalah untuk haji).

Baca Juga: Data Terbaru 58 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia, DPR Minta Investigasi Pemeriksaan Kesehatan

Keajaiban Pertama: Pesawat Kembali

Beberapa menit setelah pesawat lepas landas, pengeras suara bandara mengumumkan bahwa pesawat itu kembali karena masalah teknis. Harapan pun muncul kembali.

Pihak bandara berusaha memperjuangkan agar Amir bisa ikut. Namun kapten menolak membuka kembali pintu pesawat, dengan alasan prosedural. Pesawat itu pun lepas landas lagi, meninggalkan Amir untuk kedua kalinya.

Niat yang Tak Goyah

Saat semua orang mulai menyerah, Amir tetap teguh. Ia berkata kepada kepala keamanan bandara:

I am not leaving this airport. I will board that specific plane, by the will of Allah.”

(Aku tidak akan meninggalkan bandara ini. Aku akan naik pesawat itu, dengan izin Allah)

Ia tetap menunggu di terminal yang kini lengang. Pesawat sudah terbang. Tapi dia tak bergeser.

Keajaiban Kedua: Langit Menjawab Lagi

Tak lama kemudian, pengumuman mengejutkan terdengar: pesawat yang sama kembali lagi. Kali ini karena gangguan cuaca yang membuat penumpang tidak nyaman. Pintu pesawat dibuka, penumpang diizinkan turun.

Inilah momen yang ditunggu. Petugas memanggil Amir. Akhirnya, ia diizinkan naik.

Saat melewati boarding gate, staf bandara menyambutnya dengan senyum dan hormat:

Duʿāʾak yā Shaykh Amir… barakātak maʿānā.”

(Doakan kami, Syekh Amir… semoga keberkahanmu menyertai kami)

Di dalam pesawat, awak kabin menyempatkan diri berfoto dengannya. Amir duduk di kursinya dengan mata berkaca-kaca, dan berbisik:

Alḥamdulillāh alladhī ballaghnā murādanā.”

(Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kami kepada tujuan kami)

“Apa yang Ada Antara Dirimu dan Allah, Amir?”

Sesampainya di Masjidil Haram, Amir merekam video untuk menceritakan kejadian tersebut. Dalam videonya, ia mengatakan bahwa ia tidak pernah meragukan keputusan Allah—karena niatnya hanya untuk Allah.

Video itu viral di TikTok, Instagram, X (dulu Twitter), dan Facebook. Komentar-komentar mengalir deras.

Salah satu komentar menulis:

What is it between you and Allah, Amir? How could a mere intention cause the skies to respond?”

(Apa hubunganmu dengan Allah, Amir? Bagaimana mungkin hanya karena niat, langit merespons?)

Baca Juga: Cecep Sukabumi, Pemuda Pembersih Masjid yang Diundang Haji oleh Kerajaan Arab Saudi

Komentar lain menulis:

When Allah decrees something for you, every delay is only a divine pause—until you reach your place. ḥajj mabrūr, saʿy mashkūr, and sins forgiven, in shāʾ Allāh.”

(Saat Allah sudah menetapkan sesuatu untukmu, setiap keterlambatan hanyalah jeda ilahi—hingga kamu sampai di tempatmu. Semoga hajimu diterima, sa’imu diberkahi, dan dosamu diampuni, insyaAllah)

Simbol Niat yang Menembus Langit

Kisah Amir bukan sekadar soal keberangkatan yang tertunda. Ini adalah pelajaran spiritual: tentang kekuatan niat. Ia kini menjadi inspirasi di mimbar-mimbar Jumat, konten dakwah anak muda, dan pengingat bahwa ketika kita mengetuk pintu langit dengan ketulusan, pintu itu tak akan tertutup.

Sebagaimana salah satu komentar menuliskan:

The world bends not for wealth or status, but for the servant who says with sincerity: ‘I intend. And I trust my Lord.’”

(Dunia tidak tunduk pada kekayaan atau jabatan, tapi pada hamba yang berkata dengan tulus: ‘Aku berniat. Dan aku percaya pada Tuhanku’)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.