Akurat
Pemprov Sumsel

Dulu Jadi Duet Maut, Kini Kiai Miftachul Akhyar Minta Gus Yahya Mundur dari PBNU

Fajar Rizky Ramadhan | 22 November 2025, 08:09 WIB
Dulu Jadi Duet Maut, Kini Kiai Miftachul Akhyar Minta Gus Yahya Mundur dari PBNU

AKURAT.CO Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi perhatian publik setelah Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan tersebut disampaikan melalui kesimpulan Rapat Harian Syuriyah PBNU pada Kamis, 20 November 2025.

Dalam risalah resmi yang beredar, Rais Aam bersama dua Wakil Rais Aam menyatakan bahwa hasil musyawarah mengarah pada keputusan agar Ketua Umum PBNU melepas jabatannya.

“Berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Ketua Rais Aam memutuskan KH. Yahya Cholil Staquf mundur sebagai Ketua Umum PBNU,” demikian petikan risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, sebagaimana dikutip pada Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Yahya Cholil Staquf Didesak Mundur, Berikut Isi Rapat Lengkap Syuriah PBNU

Melalui keputusan tersebut, kakak kandung Menteri Agama periode sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas, diberikan waktu tiga hari untuk menanggapi dan merealisasikan permintaan pengunduran diri. Batas waktu ini menjadi penanda bahwa keputusan Syuriyah PBNU telah berada pada tahap serius dan mengikat sesuai mekanisme organisasi.

Rapat Harian Syuriyah yang melahirkan keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hubungan dua tokoh sentral PBNU yang sebelumnya dikenal solid memimpin organisasi. Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar pada awal periode kepengurusan dianggap sebagai duet yang saling melengkapi antara tanfidziyah dan syuriyah.

Namun dinamika beberapa langkah strategis organisasi dalam beberapa waktu terakhir membuat Syuriyah menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan PBNU.

Keputusan Syuriyah PBNU ini muncul setelah muncul kritik atas sejumlah kebijakan yang dianggap menimbulkan kontroversi, termasuk polemik kehadiran akademisi pro-Israel dalam sebuah seminar internal NU yang sempat memicu reaksi luas dari warga NU.

Meski Gus Yahya sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut, Syuriyah menilai langkah penyelesaian harus dilakukan melalui mekanisme organisasi yang lebih tegas.

Hingga saat ini, jajaran PBNU belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai apakah Ketua Umum PBNU akan memenuhi permintaan tersebut atau mengambil langkah lain dalam koridor aturan jam’iyah. Situasi internal diperkirakan masih berkembang, sementara warga NU diminta tetap menahan diri dan menunggu keputusan resmi selanjutnya.

Baca Juga: Didesak Mundur dari Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf Jawab Begini

Rapat Harian Syuriyah PBNU menjadi penanda bahwa arah kebijakan organisasi kini berada sepenuhnya di tangan Rais Aam dan jajaran Syuriyah yang memiliki otoritas tertinggi dalam struktur organisasi.

Keputusan ini dipandang sebagai upaya menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan setiap kebijakan dan aktivitas PBNU tetap berada dalam koridor nilai, tradisi, dan adab organisasi Nahdlatul Ulama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.