Akurat
Pemprov Sumsel

Kultum Ramadhan Akurat.co Jelaskan Berbuka Puasa dengan Anggur Boleh, Asal Bukan Begini

Lufaefi | 15 Maret 2026, 18:00 WIB
Kultum Ramadhan Akurat.co Jelaskan Berbuka Puasa dengan Anggur Boleh, Asal Bukan Begini
Ustaz Muhamad Abror, M.A. (Akurat.co)

AKURAR.CO Dosen Ma'had Aly Sa'idhusidiqiyah Jakarta, Ustaz Muhamad Abror, M.A., menjadi narasumber dalam program Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 yang tayang pada Minggu (15/3/2026) pukul 17.45 WIB melalui kanal resmi Akurat.co.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian syiar Ramadan yang menghadirkan sejumlah ulama dan akademisi untuk menjawab persoalan keagamaan aktual di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abror menjawab pertanyaan mengenai hukum berbuka puasa dengan anggur. Ia menegaskan bahwa perlu dibedakan antara anggur sebagai buah dan anggur yang telah diolah menjadi minuman memabukkan (khamr).

Baca Juga: Kultum Ramadhan Akurat.co 2026, Agus Budiyanto: Zakat Kelola Lembaga Ciptakan Dampak Sosial Nyata

“Kalau yang dimaksud anggur khamr yang memabukkan, itu jelas haram. Karena dalam Islam segala sesuatu yang memabukkan dilarang. Tapi kalau berbuka dengan buah anggur, itu boleh bahkan termasuk yang dianjurkan,” ujarnya.

Ia merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak tersedia kurma, maka dapat diganti dengan air atau sesuatu yang manis.

“Kalau mengacu pada hadis tersebut, berbuka dengan buah anggur yang manis itu diperbolehkan. Memang yang utama adalah kurma, tapi jika tidak ada, maka buah manis lainnya bisa menjadi pilihan,” jelasnya.

Selain jenis makanan, Abror juga menekankan pentingnya adab dalam berbuka puasa, salah satunya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu maghrib telah tiba.

“Begitu masuk waktu maghrib, jangan ditunda-tunda. Yang dimaksud menyegerakan adalah membatalkan puasanya terlebih dahulu, bukan langsung makan besar sampai kenyang,” katanya.

Ia menganjurkan agar umat Islam membatalkan puasa secukupnya, kemudian menunaikan salat maghrib, baru setelah itu melanjutkan makan utama. Menurutnya, berbuka secara berlebihan hingga kekenyangan justru dapat mengurangi esensi puasa.

Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, Abror menyampaikan bahwa orang yang berpuasa lalu berbuka secara berlebihan diibaratkan seperti membangun sesuatu dengan susah payah, lalu merusaknya sendiri.

Baca Juga: Ramadan Pertama sebagai Istri Mirzan Meer, Pevita Pearce Siap Lebaran Maraton ke Tiga Lokasi ​

“Esensi puasa adalah melatih pengendalian diri. Kalau setelah menahan lapar seharian justru berbuka sampai kekenyangan, itu bisa mengurangi hikmah puasa itu sendiri,” tuturnya.

Rangkaian Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 ini terselenggara dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), yang berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan program dakwah selama bulan suci Ramadan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi