Kronologi Dugaan Penggelapan Mobil Edward Akbar yang Dilaporkan Kimberly Ryder, Berawal dari BMW yang Dibeli 2018
Dwana Muhfaqdilla | 27 Juli 2024, 13:30 WIB

AKURAT.CO Polisi masih menelusuri kasus dugaan penggelapan mobil BMW artis Edward Akbar yang dilaporkan oleh istrinya, Kimberly Ryder.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, mobil tersebut ternyata dibeli pada 2018 saat keduanya sudah menjadi pasangan suami istri.
“Mobil dibeli sejak bulan Desember 2018. Bahwa Edward Akbar dan Kimberly Ryder merupakan suami istri sejak 26 Agustus 2018,” katanya kepada wartawan, Sabtu (27/7/2024).
Kemudian, pada Mei 2023, Edward dan Kimberly memiliki rencana pindah ke Bali, sehingga mobil tersebut dititipkan kepada teman dari Edward Akbar, Nio Lombardo.
“Di rumahnya yang beralamat di Kawasan Kerinci, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” jelasnya.
Ade Ary menjelaskan, lantaran mereka berdua sudah pisah rumah, Kimberly kembali ke Jakarta dan mendatangi rumah Nio untuk mengambil mobil pada Mei 2024.
“Namun tidak diberikan. 27 Juni 2024 (Kimberly) membuat laporan polisi (ke Polres Jakarta Selatan),” tukasnya.
Atas hal ini, pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Di antaranya Kimberly selaku pelapor, ibu Kimberly, serta rekan Kimberly.
Selanjutnya, polisi akan memanggil dua terlapor untuk dimintai keterangan sebagai saksi. “Bahwa penyelidik akan melakukan Undangan Klarifikasi terhadap saksi Nio Lombardo dan Edward Akbar,” tutup dia.
Sebelumnya diberitakan, artis Kimberly Ryder telah melaporkan suaminya, Edward Akbar, atas kasus dugaan penggelapan mobil di Polres Jakarta Selatan.
"Iya betul. Jadi laporan Saudari KR itu hari Kamis, 27 Juni 2024, sekitar jam 7 malam, di Polres Jakarta Selatan," kata Plt Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Rabu (17/7/2024).
Bukan hanya melaporkan Edward Akbar, Nurma Dewi juga menyebut Kimberly Ryder ikut melaporkan seseorang berinisial N.
"Kalau yang dilaporkan adalah penggelapan satu unit kendaraan roda empat. Untuk pelapor melaporkan ada dua orang, yang jelas ada inisial NL, kemudian inisial EA (Edward Akbar)," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









