KPK Sita Senjata Api saat Geledah Kantor Pemenang Tender Monumen Reog Ponorogo

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit senjata api saat menggeledah kantor PT Widya Satria, perusahaan pemenang tender pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo.
Penggeledahan dilakukan pada Rabu, 26 November, sebagai rangkaian penindakan pascaoperasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Kantor PT Widya Satria berlokasi di Jalan Ketintang Permai Blok BB 20, Surabaya.
“Selain mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik, penyidik juga menyita senjata api yang kemudian dititipkan ke Polda Jawa Timur,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Selain menggeledah kantor kontraktor, penyidik menemukan berbagai dokumen dan barang bukti elektronik di sejumlah lokasi lain, termasuk rumah pribadi Sugiri yang kini telah ditahan.
“Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, sepekan kemarin penyidik secara intensif melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi,” ujar Budi.
Di Surabaya, KPK juga menggeledah rumah SUG, rumah ELW, serta kantor CV Raya Ilmi dan CV Rancang Persada.
“Penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik,” kata Budi.
Penggeledahan turut dilakukan di Bangkalan, Madura, tepatnya di rumah Tenaga Ahli Bupati Ponorogo berinisial KKH. Dari lokasi tersebut, penyidik juga menyita dokumen dan bukti elektronik lainnya.
Budi menegaskan seluruh temuan itu akan didalami untuk mengungkap skema tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Sugiri.
“Seluruh barang bukti yang diamankan akan dianalisis penyidik untuk mengungkap dugaan suap terkait jabatan, suap proyek, maupun penerimaan lainnya atau gratifikasi.”
Baca Juga: KPK Amankan 13 Orang dalam OTT di Ponorogo, Termasuk Bupati Sugiri Sancoko
Detail Perkara dan Penetapan Tersangka
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka bersama tiga orang lain:
-
Agus Pramono, Sekretaris Daerah Ponorogo
-
Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono
-
Sucipto, pihak swasta rekanan RSUD
Penetapan tersangka merupakan tindak lanjut OTT pada Jumat, 7 November, yang mengungkap tiga klaster korupsi: suap jabatan, suap proyek, dan gratifikasi.
Klaster Suap Jabatan
Yunus diduga menyiapkan dan menyerahkan uang kepada Sugiri sebanyak tiga kali.
-
Februari 2025: Rp400 juta melalui ajudan
-
April–Agustus 2025: Rp325 juta kepada Agus Pramono
-
November 2025: Rp500 juta kepada Ninik, kerabat Sugiri
Total penerimaan Sugiri dalam skema ini mencapai Rp900 juta.
KPK menyebut Sugiri menerima Rp1,4 miliar dari proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo senilai Rp14 miliar. Dana tersebut pertama kali diserahkan kepada Yunus sebagai Kepala RSUD.
KPK juga menduga adanya penerimaan gratifikasi berupa uang ratusan juta rupiah dari pihak swasta untuk Sugiri.
Seluruh rangkaian temuan kini tengah didalami penyidik untuk memperkuat konstruksi perkara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








