KPK Sita Mobil dan Uang SGD78.000 dari Kasus Suap Impor di Ditjen Bea Cukai

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan dalam penyidikan perkara suap importasi barang di lingkungan Ditjen Bea Cukai.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, penyitaan tersebut dilakukan pada Senin (16/3/2026), sebagai bagian dari pengembangan penyidikan kasus suap di Ditjen Bea Cukai.
"Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan TPK terkait suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai, hari ini (Senin, 16/3/2026), penyidik melakukan penyitaan terhadap pihak terkait, berupa satu unit kendaraan roda empat dan uang tunai senilai SGD78 ribu atau ekuivalen sekitar Rp1 miliar lebih," jelas Budi.
Menurutnya, langkah penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan aset (asset recovery) dalam perkara korupsi yang sedang diusut.
"Penyitaan yang dilakukan penyidik ini sebagai salah satu langkah progresif dalam upaya asset recovery nantinya," ujar Budi.
Baca Juga: KPK Telusuri Keterlibatan Forwarder Lain dalam Dugaan Suap Oknum Bea Cukai
Penyidik KPK masih terus mengembangkan perkara dengan menelusuri keterlibatan pihak lain serta melacak aliran dana yang diduga berasal dari praktik korupsi di Ditjen Bea Cukai.
"Penyidik masih akan terus mengembangkan perkara ini dengan menelusuri peran dari pihak-pihak lain dan melacak aliran uang hasil dugaan tindak pidana korupsi ini," kata Budi.
KPK menilai praktik korupsi di sektor kepabeanan tidak hanya merugikan potensi penerimaan negara tetapi juga berdampak terhadap daya saing dan iklim usaha nasional.
"Terlebih, korupsi di sektor kepabeanan ini tidak hanya mendegradasi potensi penerimaan negara. Tapi juga berdampak buruk pada daya saing dan iklim bisnis nasional, termasuk bagi para pelaku UMKM di Indonesia," pungkas Budi.
Baca Juga: KPK Temukan Rp5 Miliar dalam Koper di Safe House Kasus Suap Impor Bea Cukai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








