Akurat
Pemprov Sumsel

Dukung Transformasi Bareskrim, PATRON Minta Metode 'Undercover Buy' di THM Dipermanenkan

Nuzulul Karamah | 9 April 2026, 22:52 WIB
Dukung Transformasi Bareskrim, PATRON Minta Metode 'Undercover Buy' di THM Dipermanenkan
Ketua Umum Patron, Muannas Alaidid. Cr: Istimewa

AKURAT.CO, Perubahan gaya tempur Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dalam memberangus peredaran gelap narkotika di Tempat Hiburan Malam (THM) mendapat apresiasi sekaligus catatan penting dari pengamat.

Patriot Anti Narkoba (PATRON) menilai, transisi dari sekadar razia urine menjadi operasi intelijen mendalam harus segera diadopsi secara nasional.

​Ketua Umum PATRON, Muannas Alaidid, menyoroti perbedaan tajam antara pola lama yang cenderung seremonial dengan pola baru Bareskrim yang lebih taktis.

Baca Juga: Anak Muda Kuba Beralih ke Gereja saat Narkoba Sintetis Murah Membanjiri Jalanan

Menurutnya, metode undercover buy (pembelian terselubung) di dalam THM terbukti lebih efektif membongkar struktur organisasi narkoba yang rapi.

​“Pola penindakan yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap peredaran narkoba di tempat hiburan malam, menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan pola yang selama ini dijalankan oleh jajaran Reserse Narkoba lainnya,” ujar Muannas Alaidid, Kamis (9/4/2026).

​Selama ini, operasi di THM seringkali dianggap hanya menyentuh permukaan. Muannas menjelaskan bahwa razia urine rutin hanya menjaring pengguna di level hilir tanpa memutus rantai pasokan.

​“Pola tersebut cenderung menyasar pengguna, namun belum menyentuh secara mendalam jaringan distribusi dan aktor utama di balik peredaran narkoba,” lanjutnya.

​Sebaliknya, pendekatan profesional yang kini diterapkan Bareskrim mampu menjangkau "kerajaan kecil" narkoba yang dikelola secara kolektif oleh oknum manajemen THM. Muannas memaparkan bahwa distribusi di tempat hiburan seringkali melibatkan kolaborasi sistematis.

​“Pendekatan ini terbukti mampu mengungkap sindikat narkoba yang dijalankan secara terstruktur oleh pihak manajemen THM, dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari waiters, supervisor, kasir, manajer, general manajer, direktur hingga pemilik usaha,” bebernya.

​Kritik tajam juga diarahkan pada stigmatisasi lokasi. Jika aparat selama ini berani melabeli wilayah tertentu sebagai "Kampung Narkoba," PATRON menuntut keberanian yang sama terhadap tempat hiburan mewah yang memiliki aktivitas serupa.

​“Jika selama ini terdapat istilah ‘kampung narkoba,' maka sudah saatnya muncul keberanian untuk memberikan penamaan yang setara, yakni ‘THM narkoba’ terhadap tempat-tempat hiburan malam yang terbukti menjadi sarang peredaran narkotika,” tegas Muannas.

​Dia juga mempertanyakan ketimpangan data antara kampung narkoba dengan tempat hiburan malam di database kepolisian.

Baca Juga: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pertimbangkan Gugat Elon Musk Usai Tuduhan Koneksi Kartel Narkoba

Menurutnya, pemetaan (scanning) terhadap THM yang terindikasi menjadi sarang narkoba harus dilakukan secara sistematis sebagaimana yang dilakukan di wilayah rawan lainnya.

​PATRON meyakini bahwa jika pola undercover buy ini konsisten dilakukan oleh seluruh jajaran Reserse Narkoba dan BNN, maka pasar narkoba bagi kalangan menengah ke atas akan rontok.

Penindakan ini tidak hanya menyita barang bukti, tetapi juga merusak kedok jabatan formal para pelakunya.

​“Langkah ini juga akan berdampak langsung pada rusaknya operasional jaringan narkoba elite yang berlindung di balik jabatan formal seperti owner, direktur, manajer, hingga staf THM,” tutup Muannas.

​Dengan adanya terobosan dari Bareskrim ini, PATRON berharap tidak ada lagi "zona nyaman" bagi bandar untuk mencuci uang maupun mengedarkan barang haram dengan dalih bisnis hiburan malam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.