Polisi Dalami Masalah Sistem Peringatan Dini dari Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

AKURAT.CO Polda Metro Jaya terus mendalami penyebab tabrakan yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur beberapa pekan lalu.
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa Kepala Pusat Pengendali Operasi (Kapusdal Ops) KAI Daop 1 Jakarta terkait sistem operasional perkeretaapian saat insiden terjadi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri rangkaian kejadian sejak awal kecelakaan hingga terjadinya tabrakan lanjutan.
Baca Juga: Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Korlantas Panggil Bos Green SM Minta Evaluasi Total
"Sudah kami sampaikan, ada pemeriksaan kepada Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu. Mulai dari awal kejadian sampai dengan terjadi lah temper antara kereta api listrik kepada taksi online," ujar Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, setelah insiden awal terjadi, terdapat kereta listrik yang berhenti dan mengantre di jalur tersebut sebelum akhirnya kembali tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Baca Juga: KAI Fokus Pemulihan dan Keselamatan Pasca Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Polisi kini mendalami kemungkinan adanya persoalan pada sistem peringatan dini atau early warning system, termasuk voice logger dan mekanisme penyampaian informasi dari pengawas menara kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek.
"Nah, ini masih didalami apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum," urainya.
"Apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti. Ada dua kereta api, yang satu mengalami kecelakaan dan yang satu berhenti. Ini masih dalam pendalaman," pungkas Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








