Sudirman Said Beri Keterangan Tambahan ke Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Petral

AKURAT.CO Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, memenuhi panggilan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026).
Dia dipanggil untuk memberikan keterangan terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejagung, Jakarta, Sudirman menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Ia dipanggil untuk memberikan klarifikasi atas sejumlah keterangan yang sebelumnya telah disampaikan kepada penyidik.
"Saya memenuhi undangan dari Kejaksaan Agung untuk kembali memberikan keterangan berkaitan dengan kasus yang melibatkan Petral. Ini kedatangan saya yang ketiga kali," katanya kepada wartawan.
Dalam pemeriksaan tersebut, Sudirman menjelaskan pengalaman dan pengetahuannya saat menjabat sebagai Corporate Secretary sekaligus Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina pada 2008-2009. Selain juga menerangkan kebijakan yang pernah diambil ketika menjabat sebagai Menteri ESDM.
Baca Juga: KPK Terus Usut Korupsi Petral, Broker Bikin Negara Rugi Jutaan Dolar AS
"Saya memberi penjelasan tentang apa yang saya ketahui dan saya alami ketika di Pertamina, kemudian juga memberikan penjelasan ketika saya menjabat sebagai regulator, sebagai Menteri ESDM," ujarnya.
Menurut Sudirman, penyidik meminta klarifikasi atas beberapa poin dalam keterangannya. Setelah pemeriksaan selesai, ia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Ia menegaskan seluruh keterangannya terbatas pada fakta-fakta yang diketahui, dialami, dan menjadi bagian dari tugasnya, baik saat berada di Pertamina maupun di Kementerian ESDM.
"Yang saya berikan adalah apa yang saya ketahui, saya kerjakan, saya alami, dan kebijakan yang saya ambil ketika di Pertamina maupun di ESDM. Mengenai siapa tersangkanya, itu urusan penegak hukum," jelasnya.
Saat ditanya apakah penyidik menyinggung nama saudagar minyak Riza Chalid, Sudirman menyebut tidak ada pertanyaan yang secara spesifik mengarah kepada sosok tersebut.
Baca Juga: Usut Korupsi Minyak Mentah Petral, KPK Gandeng Lembaga Antirasuah Sejumlah Negara
Penyidik, kata dia, lebih banyak mendalami praktik pengadaan minyak, mekanisme penentuan harga, serta kebijakan yang berlaku saat itu.
"Tidak spesifik, tetapi ditanyakan mengenai praktik pengadaan dan juga kebijakan-kebijakan mengenai penentuan harga dan sebagainya," ujarnya.
Terkait kemungkinan dipanggil kembali, Sudirman menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum dan siap membantu penyidik apabila kembali diminta memberikan keterangan.
"Kita mengikuti apa yang dijadikan kebijakan dari penegak hukum dan kita bantu usaha-usaha penegakan hukum dengan sebaik-baiknya," katanya.
Ia juga memastikan telah memberikan seluruh informasi yang diketahuinya kepada penyidik selama proses pemeriksaan berlangsung.
Baca Juga: KPK Perkirakan Kerugian Negara dari Kasus Petral Capai Jutaan Dolar AS
"Sepanjang yang saya tahu dan saya alami, saya berikan keterangan itu," demikian Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








