Mengetahui Kekuatan Teknologi Hamas Yang Digunakan Untuk Lawan Israel, Terdapat Divisi Siber Sendiri

AKURAT.CO Teknologi Hamas saat melawan Israel menjadi perhatian, sebab diketahui sudah dipersiapkan sejak lama.
Dikutip dari Global Netword Research, analisis peralatan teknologi Hamas salah satunya roket Qassam yang diproduksi sendiri dengan daya hantam besar meski memiliki akurasi rendah.
Selain itu, teknologi Hamas juga diketahui di-support oleh Iran yang mulai secara aktif mendukung dan membekali para insinyur mereka.
Hasilnya, hamas mampu memproduksi roket yang dapat mencapai ibu kota Israel, Tel Aviv dan sekitarnya. Dari segi persenjataan, Hamas mengandalkan senapan mesin yang mudah didapat, AK 47 dan granat tangan.
Kekuatan Hamas mengalami kemajuan yang besar dibandingkan dekade sebelumnya.
Lebih jelas, berikut ini kekuatan teknologi dan persenjataan yang dimiliki Hamas.
Baca Juga: Apa Benar Tentara Israel Menembak Warganya Sendiri? Hamas Palestina Jadi Tersangka Yang Lakukan Serangan
1. Kepemilikan Rudal
Pada tahun 2001, diketahui persenjataan Hamas mencakup 30 ribu rudal. Oleh karena itu, tidak mengeherankan jika mereka mampu menantang sistem canggih Iron Dome dan menutupi serangan darat Israel selatan.
2. Roket dan Drone
Roket bukan satu-satunya senjata udara yang diandalkan Hamas. Organisasi militan tersebut juga menggunakan drone yang disuplai Iran kepada Hizbullah dan Houthi, Yaman.
Drone yang dimiliki merupakan buatan sendiri dengan menargetkan sensor berteknologi tinggi dan menara komunikasi yang tersebar di seluruh perbatasan Israel.
Sehingga dapat menganggu komunikasi dan mengejutkan IDF.
Baca Juga: Bisakah Warga Negara Israel Wisata ke Indonesia, Begini Jawabannya?
3. Pasukan Siber yang Mumpuni
Tidak banyak diketahui, Hamas memiliki departemen siber sendiri yang melancarkan serangan terhadap Israel selama satu dekade.
Mereka menggunakan serangan siber dengan penggunaan malware seperti spionase dan pengumpulan informasi.
Sebagai contoh, pada 2013 Hamas menjerat pemerintah Israel dan pekerja infrastruktur dengan materi pornografi. Juga mulai tahun 2015 mereka menargetkan personal IDF dengan akun Facebook palsu.
Akun tersebut menggunakan gambar kredibel dan memberikan like terhadap akun terkenal Israel sehingga menambah kredibilitas. Setelahnya, pada 2018, divisi siber Hamas meretas perangkat tentara IDF melalui aplikasi fitnes.
Terakhir, pada 2022, perusahaan Israel mengidentifikasikan dua malware yang tidak diketahui dan menggunakan sistem tersembunyi agar tidak terdeteksi.
Hamas diyakini berhasil meretas beberapa ponsel dan kamera tentara IDF yang diduga memperoleh rincian pangkalan militer dan kendaraan lapis baja di Israel Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








