Antisipasi Dampak Perang Israel - Palestina, Simak Tips Agar Terhindar Dari Jebakan Penjahat Siber Berkedok Donasi Online

AKURAT.CO - Perang antara Israel dan Hamas yang kian intensif menjadi peluang bagi penjahat siber untuk melancarkan aksi buruknya. Biasanya pelaku memanfaatkan kondisi saat ini dengan kedok membuka donasi untuk warga Palestina.
Selain itu, konflik antara Israel - Hamas juga dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melakukan aksi penipuan lainnya seperti bencana atau keadaan darurat lainnya. Dilansir dari berbagai sumber, terdapat lebih dari 500 email tentang penipuan dan situs web palsu yang dibuat penjahat siber telah tersebar secara luas.
Penjahat siber akan melancarkan aksinya melalui berbagai cara, seperti menjadi badan amal dengan mengundang masyarakat melalui kata-kata emosionalnya. Kemudian, korban diarahkan ke situs-situs palsu yang berisi konteks tentang berbagai konflik.
Oleh karena itu, masyarakat harus tetap berhati-hati dalam memilih tempat donasi supaya terhindar dari penipuan yang dilancarkan penjahat siber.
Berikut ini adalah tips yang harus diterapkan oleh masyarakat supaya terhindar dari jebakan penjahat siber:
1. Periksa ulang situs web atau badan amal yang open donasi
Masyarakat harus tetap waspada saat ingin berdonasi ke badan amal online. Karena tidak menutup kemungkinan jika penjahat siber sedang memanfaatkan kondisi yang ada.
Langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan ulang terhadap organisasi atau pihak yang menyediakan saluran donasi.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui keaslian dari badan penyelenggara amal donasi supaya tidak tertipu.
Baca Juga: Pentingnya Mengetahui Modus-modus Pelaku Kejahatan Siber, Ini Diantaranya
2. Disarankan donasi secara langsung
Masyarakat bisa melakukan donasi secara langsung melalui badan amal yang tersedia. Hal ini dapat mencegah terjadinya penipuan yang dilakukan oleh penjahat siber.
Namun, jika masyarakat tetap ingin berdonasi secara online maka lebih baik langsung kunjungi situs atau akun resmi badan amal.
3. Donasi ke badan amal ternama
Masyarakat bisa melakukan donasi melalui lembaga atau badan amal ternama seperti PBB, Unicef dan lain-lain. Lembaga-lembaga ternama menjadi pilihan tepat supaya terhindar dari penjahat siber.
4. Kenali situs resmi dan palsu
Penjahat siber biasanya memiliki keahlian dalam membuat situs web palsu yang mirip dengan situs resminya. Oleh karena itu, dibutuhkan ketelitian dari masyarakat saat ingin melakukan donasi secara online.
5. Tidak mudah percaya
Masyarakat disarankan untuk tidak mudah percaya terhadap segala open donasi di berbagai platform media sosial. Meskipun kerabat dekat menyukai dan membagikannya, masyarakat tetap meluangkan waktu untuk meneliti terlebih dahulu.
Tips di atas tidak hanya berlaku untuk donasi online saja, berbagai bentuk penipuan bisa menerapkan cara tersebut. Intinya adalah masyarakat jangan mudah percaya atas segala sesuatu yang beredar di media sosial tanpa mengeceknya lebih dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026



