Akurat
Pemprov Sumsel

Jepang Berhasil Lahirkan Babi 'Modifikasi' untuk Transplantasi Organ ke Manusia

Petrus C. Vianney | 14 Februari 2024, 16:46 WIB
Jepang Berhasil Lahirkan Babi 'Modifikasi' untuk Transplantasi Organ ke Manusia

AKURAT.CO - Jepang mencetak sejarah dengan berhasil memproduksi tiga anak babi yang dimodifikasi secara genetik untuk mencegah penolakan organ saat ditransplantasikan ke manusia.

PorMedTec Co., perusahaan berbasis di Kawasaki, mengumumkan pada 13 Februari bahwa mereka berhasil mengkloning tiga anak babi yang dimodifikasi secara genetik untuk mencegah penolakan organ saat ditransplantasikan ke manusia. Kelahiran ketiga babi ini dilakukan melalui operasi caesar pada 11 Februari.

Dikutip dari Asahi.com, Selasa (13/02/2024), sebuah tim peneliti dari Universitas Kagoshima dan Universitas Kedokteran Prefektur Kyoto berencana untuk mentransplantasikan ginjal babi ke monyet sebagai langkah awal untuk memeriksa keamanan prosedur ini. Jika percobaan berjalan lancar, mereka berharap dapat melakukan operasi pada musim panas ini.

Baca Juga: Pesawat Ruang Angkasa Jepang Kembali Terhubung Setelah Masalah Pendaratan di Bulan

Langkah selanjutnya adalah mentransplantasikan organ babi ke manusia. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan bioteknologi AS, eGenesis, yang telah memodifikasi babi dengan mengubah sepuluh gen yang berbeda untuk mengatasi masalah penolakan organ.

Xenotransplantasi, atau transplantasi organ hewan ke manusia, telah menjadi fokus penelitian selama beberapa waktu. Masalah penolakan organ telah menjadi tantangan, tetapi dengan kemajuan teknologi pengeditan genom, harapan untuk kesuksesan semakin meningkat.

Melalui penelitian ini, para peneliti berharap untuk membuka jalan bagi lebih banyak kesempatan transplantasi organ yang lebih aman dan dapat diandalkan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.