Jepang Rencanakan Transportasi Kargo Otomatis untuk Atasi Kekurangan Pengemudi dan Emisi

AKURAT.CO Jepang tengah mempersiapkan sistem transportasi kargo otomatis yang menghubungkan Tokyo dan Osaka sebagai solusi untuk kekurangan pengemudi truk dan pengurangan emisi karbon.
Proyek yang dijuluki 'jalan sabuk konveyor' ini ditargetkan untuk dioperasikan penuh pada pertengahan 2030-an, dengan uji coba awal dimulai pada 2027 atau 2028.
Wakil Direktur Senior Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Yuri Endo, menyebut sistem ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan logistik, tetapi juga mengurangi emisi.
"Kita perlu inovatif dengan cara kita mendekati jalan," ujar Endo, dikutip dari Apnews.com, Selasa (5/11/2024).
Sistem 'jalan aliran otomatis' dirancang khusus untuk logistik dengan operasional 24 jam tanpa awak, di mana pemuatan barang akan dilakukan secara otomatis menggunakan forklift dan terintegrasi dengan bandara, kereta api dan pelabuhan.
Di koridor tiga jalur ini, kontainer berukuran besar akan bergerak secara otomatis.
Inisiatif serupa juga direncanakan di negara lain seperti Swiss dan Inggris, yang memanfaatkan jalur bawah tanah dan sistem otomatis berbasis motor linier untuk efisiensi pengiriman.
Proyek ini sangat penting bagi Jepang, terutama karena kekurangan pengemudi truk semakin terasa sejak adanya aturan pembatasan jam lembur pengemudi.
Berdasarkan estimasi, tanpa solusi ini, kapasitas transportasi Jepang dapat menurun hingga 34 persen pada 2030.
Dengan volume pengiriman domestik mencapai 4,3 miliar metrik ton yang sebagian besar bergantung pada truk, dampaknya akan sangat besar bagi sektor logistik.
Kenaikan belanja online selama pandemi turut meningkatkan permintaan pengiriman, namun kekurangan tenaga kerja dan keselamatan tetap menjadi tantangan.
Pemerintah dan asosiasi truk pun mengimbau konsumen untuk mengurangi frekuensi pesanan dan mempertimbangkan penggabungan pengiriman.
Para ahli melihat bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi telah menjadi masalah sosial yang perlu segera ditangani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








