Trump Getol Akuisisi TikTok, Tiongkok Tak Kunjung Restui

AKURAT.CO Negosiasi TikTok di Amerika Serikat (AS) masih buntu, meski Donald Trump ingin menyelamatkannya dari larangan. Namun, pemerintah Tiongkok belum merestui penjualan TikTok oleh ByteDance.
Pembicaraan antara AS dan ByteDance tertunda karena Tiongkok diduga menginginkan konsesi lebih besar dalam kebijakan perdagangan. Sementara itu, penjualan TikTok tetap bergantung pada persetujuan Beijing.
Trump sempat berupaya melarang TikTok di AS dengan alasan keamanan nasional, tetapi tak mengambil tindakan tegas sebelum lengser. Kongres lalu mengesahkan aturan yang mewajibkan ByteDance menjual TikTok dalam 90 hari atau menghadapi larangan di AS.
Saat pelantikan Trump bulan lalu, TikTok sempat diblokir di AS sebelum kembali beroperasi setelah berdiskusi dengannya. Aplikasi ini bahkan menampilkan pesan terima kasih untuk Trump dan menggelar acara perayaan pelantikannya.
Namun, ByteDance tetap diwajibkan menjual TikTok. Trump pun disebut-sebut ikut terlibat dalam negosiasi dengan calon pembeli AS dan sempat mengusulkan agar pemerintah AS memiliki saham di perusahaan tersebut.
Saat ini, meskipun TikTok masih bisa digunakan, aplikasi tersebut tetap tidak tersedia di toko aplikasi utama seperti Apple dan Google, yang bisa menghadapi denda jika tetap menawarkannya.
ByteDance sendiri tidak terburu-buru menjual karena TikTok menghasilkan miliaran dolar, sebagaimana dikutip dari Mashable, Jumat (7/2/2025).
Selain itu, Tiongkok juga diperkirakan lebih memilih mempertahankan algoritma rekomendasi TikTok ketimbang melepasnya dalam kesepakatan penjualan.
Dengan ketidakpastian ini, pertanyaan besar masih menggantung: Akankah Trump memberikan konsesi yang dibutuhkan?
Apakah Tiongkok akhirnya menyetujui akuisisi? Ataukah TikTok akan kembali menghadapi larangan? Hingga kini, tidak ada tanda-tanda bahwa kesepakatan akan segera tercapai sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







