Eksklusif dari Vietnam : Kaspersky Ungkap Bahaya Dark AI, Targetkan Asia Pasifik!

AKURAT.CO Serangan siber kian canggih seiring maraknya penggunaan kecerdasan buatan gelap atau Dark AI di Asia Pasifik. Hal ini diungkap Kaspersky dalam APAC Cyber Security Weekend 2025 di Da Nang, Vietnam.
"Sejak ChatGPT mendapatkan popularitas global pada tahun 2023, kami telah mengamati beberapa adopsi AI yang bermanfaat," ujar Sergey Lozhkin selaku Kepala Tim Riset & Analisis Global (GReAT) untuk META dan APAC di Kaspersky, saat acara konferensi pers di Da Nang, Vietnam, Selasa (5/8/2025).
Dark AI merujuk pada penggunaan model bahasa besar (LLM) tanpa pengawasan untuk tujuan jahat. Sistem ini berjalan di luar tata kelola sehingga memudahkan penipuan, manipulasi data dan serangan siber besar.
Lozhkin menyebut salah satu contoh Dark AI adalah Black Hat GPT yang muncul pertengahan 2023. Model ini dimodifikasi khusus untuk menghasilkan kode berbahaya, email phishing, hingga deepfake untuk memperdaya target.
Baca Juga: Kaspersky : SOC Cerdas Jadi Kunci Konvergensi TI dan OT di Asia Pasifik
Beberapa variasi Black Hat GPT yang telah teridentifikasi antara lain WormGPT, DarkBard, FraudGPT dan Xanthorox. Seluruhnya dirancang untuk mendukung aktivitas kriminal seperti penipuan online dan operasi otomatisasi serangan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Kaspersky kini melihat adanya keterlibatan aktor negara-bangsa yang memanfaatkan LLM dalam kampanye siber berskala global. "Pelaku ancaman akan terus mencari cara baru untuk mempersenjatai AI generatif," jelas Lozhkin.
OpenAI melaporkan lebih dari 20 operasi siber tersembunyi yang mencoba menyalahgunakan teknologi AI mereka. Modusnya termasuk membuat persona palsu multibahasa untuk menipu korban dan menembus filter keamanan tradisional.
"AI tidak secara inheren dapat membedakan yang benar dan yang salah, melainkan alat yang mengikuti perintah," tegas Lozhkin.
Kaspersky menyarankan penggunaan solusi keamanan generasi baru untuk memantau malware berbasis AI. Perusahaan juga dianjurkan membangun SOC dan mengedukasi karyawan agar tak mudah menjadi korban Dark AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







