Kesepakatan Nvidia dan Trump Terkait Chip Picu Kekhawatiran Keamanan Nasional AS

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikritik karena menyetujui kesepakatan yang mengizinkan Nvidia mengekspor chip AI H20 ke Tiongkok dengan imbalan 15 persen penjualan. Kesepakatan serupa juga berlaku bagi pesaingnya, AMD.
Kebijakan ini membatalkan larangan yang diberlakukan pemerintahannya beberapa bulan lalu. Kebijakan tersebut dinilai mengakhiri tradisi lama pengendalian ekspor teknologi sensitif demi keamanan nasional.
Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat menilai kebijakan ini berisiko menciptakan model 'bayar untuk izin' bagi penjualan teknologi strategis ke negara pesaing. Mereka khawatir hal tersebut melemahkan posisi AS dalam menjaga keunggulan teknologi.
"Kontrol ekspor adalah pertahanan garis depan dalam melindungi keamanan nasional kita," ujarnya, dikutip dari Reuters, Kamis (14/8/2025).
Trump juga memberi sinyal kemungkinan ekspor versi terbatas chip andalan Nvidia, Blackwell, ke Tiongkok. Pemerintah berdalih risiko keamanan nasional dari penjualan chip H20 minimal karena produk tersebut sudah beredar luas di pasar Tiongkok.
Meski begitu, para pakar hukum mempertanyakan legalitas kebijakan ini. Konstitusi AS melarang pungutan pajak ekspor, dan beberapa ahli menilai kesepakatan ini bisa dikategorikan sebagai pajak terselubung.
Nvidia menyatakan akan mematuhi aturan pemerintah dan berharap kontrol ekspor tetap mendukung persaingan global. AMD juga menegaskan aktivitasnya sesuai regulasi AS, meski tanpa merinci pembagian pendapatan.
Analis pasar memperkirakan pungutan ini dapat memangkas margin keuntungan penjualan ke Tiongkok sebesar 5 hingga 15 poin persentase. Hal ini juga bisa menjadi preseden bagi penerapan kebijakan serupa pada industri strategis lainnya.
Bagi sebagian pihak, kebijakan ini dipandang sebagai hambatan yang dapat membebani produsen teknologi. Namun, ada juga yang melihatnya sebagai strategi untuk mempertahankan akses pasar ke Tiongkok yang bernilai besar dan terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








