Pencarian AI Truth Social Berseberangan dengan Trump, Kok Bisa?

AKURAT.CO Truth Social baru saja meluncurkan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Truth Search AI. Teknologi ini dikembangkan menggunakan Perplexity Sonar API untuk menghadirkan jawaban yang cepat, akurat dan dilengkapi kutipan sumber.
Trump Media and Technology Group memperkenalkan alat ini dengan tujuan memperluas akses informasi bagi pengguna. Mereka mengklaim Truth Search AI dapat memberikan jawaban kontekstual dengan referensi yang transparan.
Meski begitu, hasil pengujian awal menunjukkan AI ini tidak sepenuhnya sejalan dengan narasi politik Donald Trump. Bahkan, beberapa jawaban justru membantah klaim yang sering disampaikan Trump di platform Truth Social.
Dikutip dari Axios, Jumat (22/8/2025), pencarian di AI ini cenderung terbatas pada media konservatif seperti Fox News dan Fox Business. Namun, meskipun kurasi ketat sudah dilakukan, jawaban AI tetap tidak selalu mendukung pandangan Trump.
Washington Post menegaskan bahwa Truth Search AI kerap menolak pernyataan Trump terkait dampak tarif internasional bagi konsumen Amerika. AI ini juga menepis klaim Trump soal perlunya intervensi federal dalam menangani kriminalitas di ibu kota.
David Karpf, profesor dari Universitas George Washington, menyebut fenomena ini sebagai tanda bahwa AI Truth Social 'terlalu bangun' untuk mengikuti sepenuhnya agenda Trump. Menurutnya, meski AI masih banyak mengutip sumber konservatif, kesimpulannya bisa berbeda dari yang diharapkan.
Trump Media menanggapi kritik tersebut dengan keras. Mereka menolak laporan Washington Post dan menyebut temuan itu 'bodoh' serta datang dari media partisan yang tidak relevan.
Trump sendiri selama ini vokal menentang apa yang ia sebut 'Woke AI', yaitu model bahasa besar yang dianggap bias dan berpihak pada ideologi keberagaman serta inklusi. Ia menilai AI semacam itu mengancam netralitas teknologi di Amerika Serikat.
Sebagai respons, Trump sempat mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk mendorong penggunaan AI yang netral dalam proyek federal dan keamanan nasional. Langkah ini disebut sebagai bagian dari misinya untuk melawan dominasi 'AI bias'.
Sementara itu, pemerintah AS terus memperluas kerja sama dengan perusahaan teknologi besar dalam bidang AI. Pentagon bahkan menandatangani kontrak senilai 200 juta dolar AS dengan OpenAI, Anthropic, Google dan xAI milik Elon Musk untuk mendukung kebutuhan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








