Intel Tak Sanggup Penuhi Permintaan Chip Pusat Data AI Global

AKURAT.CO Intel Corporation kembali menjadi sorotan ketika perusahaan mengumumkan hasil keuangan terbaru yang menunjukkan penurunan perkiraan pendapatan dan laba kuartal pertama tahun 2026.
Hal ini sekaligus menyatakan bahwa mereka berjuang memenuhi permintaan chip server untuk pusat data AI.
Dalam laporan Reuters yang dipublikasikan pada Kamis (22/01/2026), CEO Lip-Bu Tan mengakui tantangan persediaan yang kini mempengaruhi kapasitas Intel dalam memenuhi permintaan klien global.
Pasar semikonduktor tengah menghadapi dinamika baru di mana permintaan akan chip untuk pusat data AI terus melaju cepat, sementara produksi masih terkendala oleh kapasitas manufaktur dan teknologi proses yang memerlukan waktu untuk ramp-up.
Intel, yang telah menjalankan pabriknya pada kapasitas penuh, menemukan bahwa mereka terbatas dalam memenuhi lonjakan kebutuhan server yang dipacu oleh ekspansi AI generatif dan solusi data kompleks.
Implikasi Struktural di Industri Semikonduktor
Hasil laporan menunjukkan bahwa Intel memperkirakan pendapatan antara $11,7 miliar hingga $12,7 miliar untuk kuartal pertama.
Angka itu berada di bawah ekspektasi analis pasar, sementara margin laba yang diperkirakan breakeven mencerminkan tekanan besar terhadap profitabilitas operasi.
Tan menyebut bahwa transisi kebutuhan pasar dari PC mainstream ke chip pusat data AI telah berjalan lebih cepat daripada adaptasi lini produksi Intel.
“Permintaan server untuk pusat data AI telah meningkat lebih cepat dari kemampuan pabrik kami untuk mengubah dan meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Tan.
Ia menyiratkan bahwa kapasitas planning Intel belum sepenuhnya sejalan dengan tren global yang berubah.
Persaingan kian tajam dengan rival seperti AMD dan arsitektur chip Arm juga menambah tekanan di pasar.
Sementara Intel mengembangkan teknologi proses terbaru seperti 14A dan 18A, perubahan tersebut memerlukan waktu untuk mencapai yield manufaktur yang kompetitif.
Dalam jangka pendek, hal ini berpotensi menghambat kemampuan Intel untuk terus mempertahankan pangsa pasar di segmen penting ini, terutama ketika beban kerja AI semakin dominan dalam investasi cloud oleh perusahaan teknologi besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








