Akurat
Pemprov Sumsel

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Soroti Peran Laboratorium untuk Daya Saing Industri

Winna Wandayani | 15 April 2026, 21:49 WIB
Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Soroti Peran Laboratorium untuk Daya Saing Industri
Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Soroti Peran Laboratorium untuk Daya Saing Industri (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Pameran laboratorium Lab Indonesia 2026 resmi dibuka pada 15 April 2026 di Hall 5-7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Acara ini berlangsung hingga 17 April dan menyoroti peran laboratorium dalam menjaga kualitas industri serta kepercayaan pasar global.

Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan 305 perusahaan dari 16 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Jerman, hingga Korea Selatan. Total terdapat 921 teknologi dan solusi laboratorium dari 32 negara, dengan target kunjungan mencapai 15.000 profesional industri.

Sebagai edisi kedelapan, pameran ini mempertemukan pelaku industri, peneliti, akademisi, regulator, hingga penyedia teknologi. Teknologi yang ditampilkan meliputi sistem analitik, bioteknologi, instrumen laboratorium, serta solusi pengujian dan kontrol mutu.

"Lab Indonesia terus berkembang sebagai platform yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri di Indonesia," ujar Kristi Wulandari selaku Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, saat acara Opening Ceremony, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, peningkatan skala dan partisipasi internasional pada tahun ini memperlihatkan posisi Indonesia sebagai pasar strategis. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku industri dan akademisi.

Selain pameran, acara ini juga menghadirkan 21 sesi konferensi ilmiah LabForum dan 135 seminar teknis LabTalk. Program tersebut menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan teknologi, standar laboratorium, hingga praktik berkelanjutan di sektor ini.

"Kemajuan riset dan industri sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi mutakhir, serta konektivitas antarpelaku ekosistem," jelas Prof. Dr. Ratno Nuryadi selaku Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN.

Ia menambahkan bahwa platform seperti Lab Indonesia dapat mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian teknologi nasional.

Sejumlah program pendukung dihadirkan, mulai dari business matching, konsultasi laboratorium, hingga zona edukasi interaktif. Tersedia juga layanan pemeriksaan kesehatan dan area wellness sebagai bagian dari pendekatan industri yang lebih luas.

Dengan area pameran seluas 14.500 meter persegi, Lab Indonesia 2026 diharapkan memperkuat ekosistem laboratorium nasional. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional dan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.