Investasi KEK Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun, Terbaru dari Perusahaan Asal Spanyol
Hefriday | 17 Januari 2026, 15:23 WIB

AKURAT.CO Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan tren positif. Hingga 2025, total investasi kumulatif di kawasan strategis pariwisata nasional ini telah mencapai Rp5,96 triliun.
Capaian tersebut menegaskan posisi KEK Mandalika sebagai magnet investasi pariwisata, baik dari dalam maupun luar negeri, sekaligus memperkuat perannya sebagai destinasi kelas dunia.
Masuknya investor asing, termasuk dari Spanyol, menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan global terhadap prospek pengembangan The Mandalika.
Selain berdampak pada percepatan pembangunan kawasan, pertumbuhan investasi ini juga diharapkan mendorong konektivitas pariwisata, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di NTB.
Realisasi Investasi KEK Mandalika Capai Rp5,96 Triliun
Kepala Administrator KEK Mandalika, Bambang Wicaksono, menyampaikan bahwa nilai investasi kumulatif di kawasan tersebut hingga 2025 telah mencapai Rp5,96 triliun.
“Jumlah investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga 2025 menjadi Rp5,96 triliun,” ujar Bambang di Lombok Tengah, Sabtu (17/1/2026).
Dirinya menjelaskan, hingga saat ini terdapat 34 investor yang telah menjalin kerja sama investasi di KEK Mandalika. Seluruh investor tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan total nilai investasi yang sama, yakni Rp5,96 triliun.
Investor Spanyol Tanamkan Modal Rp54 Miliar untuk Vila
Salah satu investor asing yang masuk berasal dari Spanyol, dengan nilai investasi sebesar Rp54,17 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan akomodasi vila di Lot KGH1 dan KGH2 di kawasan KEK Mandalika.
Menurut Bambang, kehadiran investor asing ini menjadi indikator bahwa iklim investasi di Mandalika semakin kompetitif dan berkelanjutan. “Kondisi ini akan terus bergerak ke depan,” katanya.
Cerminan Kepercayaan Investor Global
Direktur Komersial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Febrina Meidiana, menilai masuknya investasi dari Spanyol mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap pengelolaan kawasan The Mandalika.
“Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan,” ujar Febrina.
Febrina menambahkan, realisasi investasi tersebut sekaligus memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi yang semakin diperhitungkan di pasar pariwisata global, khususnya menjelang berbagai agenda internasional pada 2026.
Pengembangan Terukur dan Berbasis Masterplan
Dalam setiap kerja sama investasi, ITDC menegaskan komitmennya untuk tetap mengacu pada masterplan kawasan serta ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemanfaatan lahan berjalan terukur dan bertanggung jawab.
ITDC juga menekankan pentingnya menjaga kepentingan jangka panjang kawasan, termasuk pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Mandalika.
Prioritaskan Ekonomi Lokal
Febrina berharap pengembangan vila oleh investor Spanyol tidak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas.
“Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” katanya.
Capaian investasi Rp5,96 triliun di KEK Mandalika hingga 2025 menjadi sinyal kuat bahwa kawasan ini terus berkembang sebagai pusat investasi pariwisata strategis Indonesia.
Dengan masuknya investor asing dan komitmen tata kelola berkelanjutan, Mandalika kian mantap menuju destinasi pariwisata kelas dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










