AKURAT.CO Bagian tersulit dari kehilangan pekerjaan adalah berurusan dengan dampak finansial setelahnya. Hal ini semakin menjadi, terutama jika situasi keuangan kita belum stabil sebelum Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi.
Meskipun begitu, kita dapat mengurangi dampaknya pada tujuan keuangan dengan cara membuat daftar aset dan tindakan yang perlu diambil. Berikut tips mengelola keuangan usai di PHK.
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Hebat Di Era Digital Lewat Akurat Goes To Campus
Tips Mengelola Keuangan Usai di PHK
1. Hitung semua aset yang dimiliki
Saat baru saja mengalami PHK, tentu perasaan kecewa, kesal, sedih, dan marah pasti datang menghampiri. Namun, kamu harus segera bangkit dan mulai menata kehidupan baru.
Di masa yang sulit ini kamu harus mulai menghitung semua aset yang dimiliki. Mulai dari uang pesangon, tabungan, dana darurat, hingga investasi perlu diketahui jumlahnya.
Hal itu sangat perlu dilakukan karena kamu harus tahu berapa banyak uang yang dimiliki untuk bertahan hidup sebelum kembali bekerja.
Setelah mengetahui berapa jumlah uang yang dimiliki tentu kamu bisa memperkirakan berapa lama uang tersebut cukup digunakan untuk menopang kebutuhan sehari-hari.
2. Pertimbangkan opsi perawatan kesehatan
Pertimbangkan soal opsi asuransi kesehatan dan sejauh mana hal ini bisa memenuhi kebutuhan kesehatan kita. Selain itu, perlu diperhatikan juga berapa besar biaya premi dan biaya tambahan yang mungkin perlu dibayar.
Tujuannya adalah untuk menentukan opsi asuransi kesehatan mana yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi kita saat ini.
3. Prioritaskan pengeluaran dan kurangi hal-hal yang tidak diperlukan
Tentu saja, ada beberapa aspek dalam hidup seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan yang merupakan kebutuhan yang tidak dapat dikompromikan. Namun, sering kali menghabiskan uang untuk hal-hal yang mungkin tidak terlalu penting.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengkaji laporan kartu kredit dan kartu debit untuk mengidentifikasi potensi pengeluaran yang dapat dipotong dari anggaran, setidaknya untuk sementara waktu.
Kamu bisa menggantikan langganan layanan streaming dengan meminjam film dan buku dari perpustakaan. Selain itu, bisa memberikan penghargaan pada diri sendiri, bukan dalam bentuk uang, tetapi sebagai pengakuan atas kemampuan kita untuk berhemat.
4. Teliti sebelum memutuskan untuk melunasi utang
Uang pesangon yang didapatkan usai PHK memang cukup menggoda untuk dibelanjakan atau digunakan untuk melunasi segala utang. Akan tetapi, kamu harus bijak sebelum memutuskan untuk melunasi semua utang. Memang utang akan terasa berat saat kita tidak punya pemasukan tiap bulannya.
Teliti terlebih dulu apakah uangmu akan cukup jika digunakan untuk melunasi semua utang yang dimiliki. Jangan sampai uang untuk bertahan hidup malah habis untuk membayar utang. Kamu bisa memilih opsi untuk memperpanjang waktu pelunasan utang agar biaya cicilan bisa semakin murah.
Selain itu, jika kamu memiliki kredit kendaraan maka bisa menjualnya terlebih dahulu. Namun, pastikan juga jika kamu memang tidak terlalu butuh kendaraan tersebut.
5. Buat pengeluaran mengarah pada langkah karier berikutnya
Jika kamu berada di daerah dengan sedikit peluang kerja atau bekerja di bidang dengan pilihan karier yang terbatas, ingin mencari alternatif yang dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja, seperti mencari pekerjaan baru atau mengikuti pelatihan tambahan.
Namun, penting untuk bersikap realistis tentang langkah yang diperlukan untuk mengubah karier. Pertimbangkan soal bagaimana akan membiayainya atau pertimbangkan untuk pindah ke daerah dengan lebih banyak peluang kerja dalam bidang yang digeluti.
Namun, jika ingin pindah ke daerah ke daerah yang lebih banyak peluang kerja, kamu juga harus tahu, bagaimana hal ini akan memengaruhi situasi keuangan.
6. Mencatat seluruh pengeluaran
Fortune mengatakan, salah satu cara lain untuk mengatur uang pesangon adalah dengan mencatat seluruh pengeluaran secara detail.
Mencatat seluruh pengeluaran secara rapi dapat membantumu memantau untuk apa saja uang pesangonmu digunakan. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengelola uang pesangonmu secara efektif. Mencatat seluruh pengeluaran juga dapat menekan pengeluaran.
7. Melakukan pekerjaan freelance
Selain mencari pekerjaan utama, kamu juga bisa mengisi waktu luang dengan melakukan pekerjaan freelance.
Misalnya kamu memiliki kemampuan menulis, maka bisa mencoba menjadi freelance writer. Hasil freelance memang tidak selalu besar, tapi paling tidak kamu tetap memiliki pemasukan. Melakukan pekerjaan sampingan tidak hanya bisa menambah pundi-pundi uang saja, tapi juga dapat meningkatkan skill.
Setiap karyawan harus selalu memperbarui keterampilannya di setiap situasi apa pun. Jadi, di masa menganggur ini tidak ada salahnya kamu mencoba meningkatkan skill dengan melakukan pekerjaan freelance.
Bekerja sebagai seorang freelancer tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, jika kamu rajin mencari job dari klien pastinya akan mendapatkan uang yang cukup untuk bertahan hidup. Bahkan, siapa tahu kamu malah lebih cocok bekerja sebagai seorang freelancer daripada bekerja di kantor.
Mungkin saat ini situasinya sangat sulit. Namun, perlu diingat, PHK tidak akan berlangsung selamanya. Jangan biarkan PHK ini menggagalkan tujuan keuangan.
Itulah tips mengelola keuangan usai di PHK yang bisa membantu keuanganmu tetap aman di masa-masa yang sulit.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









