Akurat
Pemprov Sumsel

Ini Sumber Kekayaan Helena Lim, Crazy Rich PIK yang Disita Kejagung

Silvia Nur Fajri | 16 Maret 2024, 20:07 WIB
Ini Sumber Kekayaan Helena Lim, Crazy Rich PIK yang Disita Kejagung

AKURAT.CO Helena Lim, seorang figur terkemuka di Pantai Indah Kapuk (PIK), kini menjadi pusat perhatian dan pembicaraan publik karena tersangkut dalam kasus dugaan korupsi terkait izin tambang timah.

Informasi tersebut terungkap setelah Kejaksaan Agung menyita sejumlah barang mewah miliknya, di antaranya bukti elektronik, dokumen terkait, serta uang tunai senilai Rp10 miliar dan SGD2 juta setara dengan Rp23,4 miliar (dengan asumsi kurs Rp 11.700/SG$), yang diduga terkait dengan atau hasil dari kegiatan kriminal.

Besarnya jumlah barang yang disita menunjukkan kekayaan yang dimiliki oleh Helena Lim, yang dikenal sebagai "Crazy Rich PIK".

Baca Juga: VIRAL Crazy Rich Kalsel Haji Isam Beli Pesawat Boeing Rp1,56 Triliun Hanya Pakai Kaus Oblong, Netizen: Kaus Bukan Sembarang Kaus!

Meskipun merupakan janda, Helena Lim dikenal sebagai pengusaha sukses dengan kekayaan yang melimpah.

Kediamannya yang bergaya klasik modern di PIK terbilang sangat mewah, dilengkapi dengan fasilitas seperti kolam renang pribadi, salon, dapur mewah, dan interior kamar mandi yang istimewa.

1. Punya Bisnis

Sumber kekayaan Helena Lim meliputi berbagai bisnis, termasuk produk-produk minuman untuk diet, apotek, dan fesyen, meskipun rincian bisnisnya belum diketahui secara pasti.

2. Penyanyi

Helena Lim juga memiliki karir sebagai penyanyi, dengan merilis single berjudul "Pasrah" pada tahun 2019, yang kini dapat dinikmati di berbagai platform musik seperti iTunes, Spotify, dan Apple Music. 

3. Content Creator

Selain itu, Helena aktif sebagai content creator di media sosial, termasuk memiliki kanal YouTube pribadi, yang menambah sumber pendapatannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.