Akurat
Pemprov Sumsel

BI Catat 176 Ribu Masyarakat Tukar Uang Baru Senilai Rp139,3 T

M. Rahman | 10 April 2024, 17:15 WIB
BI Catat 176 Ribu Masyarakat Tukar Uang Baru Senilai Rp139,3 T

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat 176.121 masyarakat menukar uang baru melalui alikasi pintar.bi.go.id pada periode 15 Maret-3 April 2024 atau sepakan jelang Lebaran 2024.

Adapun nilai total penukaran uang baru mencapai Rp139,31 triliun lewat 586 kegiatan penukaran. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengelolaan Uang BI, Faris Budiawan baru-baru ini.

Faris menyebutkan pada periode tersebut BI juga telah menyalurkan Rp139,31 triliun kepada perbankan untuk melayani masyarakat dan menjaga ketersedian uang di ATM.

Baca Juga: Lebaran 2024, Antrean Penukaran Uang di Bank Aceh Membludak

 

"Sampai dengan tanggal 3 April 2024 telah terealisasi Rp139,31 triliun atau 70,51 persen dari proyeksi sebesar Rp197,58 triliun," kata Faris dikutip Rabu (10/4/2024).

Faris menyampaikan, masyarakat antusias menukarkan uang baru di titik-titik pelayanan kas keliling yang diselenggarakan Bank Indonesia maupun perbankan.

Faris mencontohkan, selama penukaran uang di Istora Senayan pada tanggal 28–31 Maret 2024, Bank Indonesia bersama 16 perbankan telah melayani penukaran uang baru tercatat sebanyak Rp55,143 miliar kepada 14.562 orang penukar.

Disebutkan, ada sejumlah kendala selama penukaran uang baru, seperti penumpukan masyarakat di awal kegiatan. Namun, dia menerangkan permasalahan itu bisa diatasi dengan pengaturan baris antrian.

Selain itu, pada saat pemesanan di aplikasi Pintar, secara spesifik BI telah memberikan opsi waktu-waktu penukaran dengan tujuan membagi kepadatan penukaran pada jam tertentu.

Tak sampai di situ, Faris menyampaikan sempat ada keluhan dari masyarakat soal pembatasan kuota penukaran. Tetapi, sambung Faris, BI pun telah menambahkan kuota penukaran 500 paket di aplikasi Pintar dan tambahan 50% kuota untuk penukaran di lokasi. 

"Kami perlu menjaga keadilan dan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia sehingga dibutuhkan strategi pembatasan jumlah dan kuota penukaran," ujarnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa