PLN Beri Penghargaan ke Astra Internasional, Dorong Pengembangan EBT di Masa Depan

AKURAT.CO PT PLN (persero) memberikan penghargaan kepada sejumlah konsumen dari sektor industri sebagai bentuk apresiasi dalam gelaran Enterprise Customer Gathering. Salah satunya, diberikan kepada PT Astra International sebagai Customer With Most Responsive Settlement.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan kontribusi pelanggan sangat besar dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Untuk itu, kegiatan bersama para pelanggan industri ini merupakan merupakan bentuk PLN menghargai seluruh kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Dari kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kedekatan antara PLN dan para pelanggan dari sektor industri. Sehingga semakin memperkuat kerja sama guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen dan berkelanjutan.
"Inilah pejuang ekonomi Indonesia. Berada di depan menjaga bukan hanya kestabilan ekonomi, tetapi bagaimana kita menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, membangun kapasitas nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia," kata Darmawan dalam keterangannya, Jakarta, Senin (15/7/2024).
PLN melalui kegiatan ini juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan. Termasuk, menyediakan energi yang andal bagi seluruh pelanggan, sekaligus menelankan bahwa PLN terus mendorong dan mendukung energi rendah karbon.
Baca Juga: Utang PLN Susut Rp54 Triliun dalam 4 Tahun
"Demi mendukung energi rendah karbon, kami juga mengembangkan bisnis beyond kWh di mana PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga layanan internet, fiber optic, dan green services untuk mendukung industri rendah karbon," jelasnya.
Penghargaan dari PLN kepada PT Astra International diterima langsung Direktur PT Energia Prima Nusantara (EPN), Asep Iwan Gunawan. Dia menegaskan EPN sebagai bagian Astra Grup, berkomitmen akan terus berkolaborasi dengan PLN untuk menyediakan energi baru terbarukan (EBT) bagi Indonesia.
"Dengan adanya penghargaan seperti ini, EPN sebagai pilar pengembangan energi di Astra. bisa menjadi partner terdepan bersama PLN untuk menyediakan energi baru terbarukan (EBT) ," kata Asep Iwan.
Hingga kini, kerja sama Astra melalui EPN dengan PLN telah menjalankan sejumlah proyek terkait EBT. Tentu langkah ini sejalan dengan PLN yang terus mendukung penyediaan energi rendah karbon.
Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau panel surya, melalui kerja sama EPN dengan PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus) anak usaha PLN. Kerja sama ini untuk memenuhi kebutuhan PLTS Atap di grup Astra maupun pelanggan di luar grup Astra.
Kemudian kolaborasi EPN dengan PLN pada awal 2024, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Besai Kemu, Lampung, berkapasitas produksi sebesar 2 x 3,5 MW. Dengan kata lain, PLTM tersebut mampu memproduksi energi hijau sebesar 39 Gigawatt Hour (GWh) per tahun.
Koloborasi lainnya antara Astra dan PLN, juga terkait pengembangan Waste to Energy (WTE) di Legok Nangka, Kabupaten Bandung. Hingga rencana merembah pengembangan EBT panas bumi (geothermal).
"Kita bisa melihat bahwa PLN memberikan pintu yang sangat terbukan untuk Astra Group berkolaborasi. Sudah banyak yang dikerjakan dengan PLN dan akan lebih banyak lagi di masa mendatang," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








