Ini Alasan Wamenkop Ingin RUU Perlindungan Industri Tekstil Dikebut

AKURAT.CO Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono menegaskan komitmen Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam melindungi industri tekstil dan perajin batik lokal dari gempuran produk impor.
“Sejak awal, Kemenkop melihat semangat perjuangan kuat dalam Koperasi SDK, mengingatkan pada perjuangan pendirian serikat dagang Islam di awal 1900-an,” ungkap Ferry di Kooken Kafe, Kampung Kauman, Solo, Sabtu (14/12/2024).
Kemenkop, kata Ferry, sedang fokus mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Industri Tekstil untuk mengatasi permasalahan masuknya batik printing dan pakaian bekas impor yang merugikan perajin lokal.
“Kami sudah menyampaikan naskah akademik RUU ini kepada Kementerian Perindustrian dan DPR. Diharapkan, RUU ini menjadi payung hukum untuk industri tekstil kita,” tegasnya.
Baca Juga: Wamenkop Dorong Penguatan Perajin Batik
Ferry juga mengkritisi kebijakan impor yang merugikan, termasuk impor susu dengan bea 0%. "Kami mendorong evaluasi atas kebijakan ini karena berdampak negatif terhadap koperasi perajin batik Indonesia,” tambahnya.
Sebagai langkah nyata, Kemenkop bersama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat telah sepakat membentuk Satgas Impor untuk mengawasi kebijakan yang merugikan pelaku usaha kecil.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry turut meresmikan showroom bersama milik Koperasi SDK di Kampung Kauman. Showroom ini bertujuan membantu perajin yang tidak memiliki toko sendiri agar dapat meningkatkan produksi dan kualitas batik mereka.
“Inisiatif ini sangat penting untuk memperkuat posisi perajin batik lokal di tengah persaingan dengan produk impor,” tegas Ferry.
Kemenkop juga mendukung Koperasi SDK melalui berbagai program, seperti rebranding koperasi dan digitalisasi. Bahkan, Kemenkop akan memesan seragam batik untuk mendukung ekosistem koperasi.
“Langkah ini diharapkan mendorong koperasi menjadi pusat perjuangan industri batik,” ujarnya.
Koperasi SDK, yang berdiri sejak 2012, terus berkembang dengan berbagai unit usaha, termasuk pelatihan membatik, layanan keuangan syariah, dan SDK Mart. Ketua Pengurus SDK, Muchammad Yuli, menyatakan bahwa showroom bersama menjadi solusi pemasaran efektif sekaligus daya tarik wisata.
“Kami berharap showroom ini bisa berkembang lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan perajin batik,” ujar Yuli.
Wamenkop Ferry berharap keberhasilan SDK dapat menginspirasi koperasi lain untuk berdiri dan memperjuangkan industri lokal. "Model perjuangan SDK ini patut dicontoh untuk memperkuat industri tekstil dalam negeri,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









