Akurat
Pemprov Sumsel

OJK Beberkan Peran Penting Ibu dalam Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Keluarga

Hefriday | 23 Desember 2024, 16:35 WIB
OJK Beberkan Peran Penting Ibu dalam Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Keluarga

AKURAT.CO Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya peran ibu dalam keluarga untuk mencegah perilaku konsumtif berlebihan.

Dalam acara Edukasi Keuangan yang digelar di Jakarta untuk memperingati Hari Ibu, ia mengungkapkan bahwa literasi keuangan keluarga sangat dipengaruhi oleh ibu sebagai “menteri keuangan” di rumah.

Frederica, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa perilaku konsumtif seringkali berujung pada over-indebtedness atau kondisi banyak utang. Hal ini, menurutnya, merupakan salah satu penyebab utama depresi di kalangan anak muda.

“Kita harus mengajarkan anak-anak untuk tidak konsumtif, dan ini dimulai dari peran ibu di rumah,” ujar Kiki dalam acara Edukasi Keuangan dalam rangka Hari Ibu di Jakarta, Senin (23/12/2024). 

Fenomena fear of missing out (FOMO) dan fear of other people's opinion (FOPO) juga menjadi perhatian khusus. Kedua fenomena ini sering mendorong masyarakat, terutama anak muda, untuk membeli barang demi memenuhi tuntutan sosial, yang pada akhirnya memicu jebakan finansial. “Inilah yang sering membuat banyak orang terjebak dalam utang berlebihan,” tambah Kiki.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, PermataBank Kembali Gelar Wealth Wisdom 2024

Selain itu, perkembangan digitalisasi membawa ancaman baru seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi daring. Kiki menegaskan bahwa edukasi keuangan bagi ibu sangat penting agar keluarga dapat mengenali dan menghindari produk keuangan ilegal.

“Risiko ketidaktahuan dalam menggunakan produk keuangan harus diantisipasi. Literasi keuangan menjadi pintu pertama untuk melindungi keluarga,” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan literasi keuangan bagi perempuan. Berdasarkan data terbaru dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2023, indeks literasi dan inklusi keuangan perempuan kini lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tingkat literasi keuangan perempuan mencapai 66,75%, sementara laki-laki tercatat 64,14%.

Dalam hal inklusi keuangan, perempuan juga unggul dengan indeks 76,08% dibandingkan laki-laki yang mencapai 73,97%. Hasil ini menunjukkan kemajuan signifikan dari upaya edukasi yang selama ini dilakukan, meskipun literasi keuangan perempuan sebelumnya selalu berada di bawah laki-laki.

Untuk memperkuat program literasi keuangan, OJK berkolaborasi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Dalam sinergi tersebut, enam perempuan dari berbagai wilayah Indonesia ditunjuk sebagai duta literasi keuangan. Para duta ini berasal dari wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, serta Maluku-Papua.

Kiki menjelaskan bahwa keenam duta tersebut akan mengikuti program pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk memperkuat pemahaman mereka tentang literasi keuangan. Para duta kemudian akan menyampaikan edukasi ini kepada masyarakat di wilayah masing-masing, dengan harapan menciptakan efek domino literasi keuangan yang lebih luas.

Lebih lanjut, Kiki menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. “Kami akan melibatkan kementerian dan organisasi perempuan seperti Kowani untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang lebih paham keuangan,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa